Mengapa Memakai Kategori Blog Tanpa Kategori?

Jujur, saya sendiri nggak konsisten dalam mengorganisir kategori blog saya ini. Mau merampingkannya menjadi beberapa kategori saja, ya kok masih malas. Membiarkannya seperti yang ada, kok menemukan “kejanggalan” tersendiri dengan kategori “lainnya” yang merupakan pengganti “tanpa berkatagori”.

Tanpa Kategori

Iseng, saya mencari blog-blog lain yang juga memiliki kategori bawaan jika kita membuat blog: Tanpa Kategori. Menemukan sebuah blog yang memiliki jumlah tulisan sangat banyak yang masuk di “tanpa kategori”, padahal dia memiliki banyak kategori di blognya. Apakah memang blogger yang sering memasukkan tulisannya ke dalam “tanpa kategori” adalah yang sering menyimpang dari tema utama blognya?

Seperti saya ini, sesungguhnya bingung juga mau dibawa ke mana arah blog ini. πŸ˜† #malahcurhat

Kalau antar kategori yang ada di blog saling tidak berhubungan, memangnya ada masalah? Kan lebih baik kalau dibuatkan kategori baru saja, daripada banyak sekali tulisan yang masuk ke dalam “tanpa kategori”. Tapi, kebanyakkan kategori juga terlihat seperti bukan mengorganisir blog.

Bagaimana menurut teman-teman?

56 thoughts on “Mengapa Memakai Kategori Blog Tanpa Kategori?

  1. Tanpa kategori itu berarti, ceritanya termasuk Gado-gado, semua kategori tercampur,
    kalau saya yang ga punya ilmu blog, malah segar menunya Gado-gado πŸ™‚
    ysalma selesai posting Obor (Oncor)

  2. harusnya bukan dengan nama “tanpa kategori” kali yaa mbak, mungkin dengan nama “gado-gado” mungkin. kalo di gamazoe saya, untuk yang amburadul, saya taroh di kategori celoteh. hehe

  3. Aku dulu juga gitu, tapi skarang aku membaginya jadi kategori Aku (untuk personalku), Nirmana (untuk opini tentang satu peristiwa), Cetusan (ide atau gagasan yang tak terkait satu peristiwa – angan2) dan tustel (untuk foto) aku ngga mau dan belum terpikir untuk menambah atau mengurangi nya πŸ™‚
    DV selesai posting Belajar dari tutupnya BORDERS

  4. Mungkin lupa memasukkan kategori, atau tulisan dipublikasikan via surel maupun protokol xml-rpc yang tidak mendukung penambahan kategori, jadinya masuk area tak berkategori. Itu yang tidak disengaja, atau bisa juga sih disengaja karena malas membuat kategori.
    Cahya selesai posting Inviting Kindness

  5. Kalo saya, karena ga mau terlalu banyak kategori mba Is, tapi kadang nulisnya ya gado2 ga jelas masuk kategori mana, mau ditambahin kok kyknya ga efektif coz mgkn nanti isinya cuma 1-2 tulisan, jadi begitulah, kategorinya uncategorized deh jadinya hihihihi
    Orin selesai posting Postingan Galau πŸ˜›

  6. Saya pikir penggunaan kategori mamang bertujuan untuk memudahkan pengorganiasian tulisan, baik hubungannya dengan navisai maupun tidak. Kadng pengalaman saya, akan ditemui saat-saat bingung kalau kita telah menetapkan kategori pada saat mood nulis kita tidak ada satupun di kategori. Dan akhirnya di kembalikan ke yang punya blog sich. πŸ™‚
    liputanmadura selesai posting Bloging Bisa Kaya

  7. Huwaa.. ini jadi mengingatkan aku ke blog aku mbak.. gara gara pindah kemaren dari yg berbayar ke gratisan byk postingan yg langsung masuk ke dalam ‘tanpa kategori’.. pingin seh balikkan lagi.. tapi kok keburu males yak .. hehe

  8. hahaha… sama kayak aku mbak. blogku yang aneh itu sekarang jadi malah tempat tulisan aneh-anehku. abis tak ada yang tampung. tapi, gpp siy mbak kalao blog dibuat banyak kategori, toh kita bukan blog berita kayak kompas.com. di samping itu, blog kan lebih personal sifatnya yah.
    Lilih selesai posting Menentukan Arah

  9. hehehehe, kok namanya tanpa kategori..
    yang punya blog binggung, mau kasi nama apa kategori defaultnya…

    7 Penyebab Utama Komputer Cepat Panas dan Solusi mengatasinya

  10. Menurut saya akan lebih baik membuat kategori untuk setiap artikel, meskipun untuk itu jumlah kategori akan menjadi kian banyak. Ini berguna untuk mempermudah memanage kumpulan artikel di blog kita.

  11. kalau aku masukkan semuanya dalam Diary, jadi bukan yg tanpa kategori πŸ˜€
    Nanti kalau ada waktu baru masukkan ke kategori yang sudah aku buat sendiri. Kadang dalam satu tulisan bisa 2 atau 3 kategori sih. Misalnya gourmet dan diary πŸ˜€
    Imelda selesai posting 30-35 tahun lalu

  12. weh sampe 115, tentu butuh waktu santai untuk ngeditnya.

    Tapi kadang saya juga kalo lagi ndak ada ide, suka ngedit postingan lama, terutama jika tulisan itu sering dikunjungi. Entah ngecek tulisan, kosa kata, kesinambungan ato juga termasuk kategori

  13. 115? Err…
    Mungkin si empunya blog bingung untuk mengubah nama kategorinya dan membiarkannya menjadi “Tanpa Kategori”.
    Ada teman saya yang pengaturan umumnya memasukkan setiap postingan dengan kategori “keseharian” karena ia bingung untuk mengelompokkan postingannya ke dalam kategori yang tepat.
    oma selesai posting #saveUI

  14. Terkadang klo lagi asal Posting, Saya suka masukinnya ke “Tanpa Kategori” hehe

    Tapi klo di lihat dari gabar di atas, untuk merampingkannya Saya pasti pasti mengambil langkah seperti ini:

    Semua tulisannya di CSS, Internet, Linux, PHP, Software Saya satukan di kategori komputer. Nah CSS, Internet, Linux, PHP, Software Saya ubah jadi Tag.
    Hanster selesai posting Status Curhat #16

  15. saya pernah melihat blog yg isinya tak berkategori, milik pengamat musik denny syakrie. bahkan tulisannya udha ratusan,tp ya seolah membingungkan pembaca mo milih bacaan. mendingan dibuat kategori mbak, biar unkategorinya ga ampe seratus lebih πŸ˜€
    arif selesai posting Sierra The Only One

  16. Justru menurut saya banyaknya tulisan yang masuk dalam kategori “tanpa kategori” adalah wajar. Mengapa?

    Karena kategori “tanpa kategori” itu memang dibuat untuk menampung tulisan apa saja. Jadi semua kategori tulisan bisa masuk dalam kategori “tanpa kategori”, menurut saya itulah penyebabnya banyak blog yang justru banyak tulisannya masuk dalam kategori “tanpa kategori”.

    Ini cuma opini saya lho..
    imadewira selesai posting Tawuran dan Solidaritas

  17. Saya sejauh ini belum pernah memakai kategori “Tanpa Kategori”. Soalnya kesannya gimanaa gitu, hehe, soalnya kan tiap posting setidaknya pasti ada satu tema kan, hmmm. Cuma susah juga sih ya. Kalau pas ingin nulis satu hal yang agak “nyeleneh” dari tema blog yang umum, kalau bikin satu kategori lagi juga gimanaa gitu.

    Nah, makanya saya di kategori Misc saya kasih sub-kategori; jadi andai ada posting yang nggak jelas kategorinya apa, bisa dimasukin ke situ πŸ˜›
    Zilko selesai posting #967 – When Ken is Around

  18. Konsisten memang sulit.. di blog saya yang sebelumnya juga postingan banyak masuk kat
    egori “tanpa kategori” πŸ˜€

  19. saya pake kategori atau label hanya untuk memudahkan siapa saja yg membaca blog saya….
    saya kadang sebel dengan blog yg tidak menampilkan label…
    jadinya kita harus bener-bener bongkar tu blog kalo mau baca postingannya yg lama….
    πŸ™‚

    salam kenal ya…
    dihas selesai posting Nuranika bukan Nuraniku

  20. Sebuah blog sebaiknya memiliki beberapa kategori saja dan dari kategori tersebut baru bisa dikembangkan menjadi bagian-bagian kecil. Ambil contoh blog saya di yang mengambil tema memahami teknologi secara sederhana dengan 4 kategori yaitu dan Web 2.0. Dari 4 kategori tadi saya buat beberapa sub kategori dan posting di blog ini gak jauh dari sub kategori dan tidak melenceng dari Kategorinya.

  21. Kalau saya sepertinya lebih enak menggunakan kalimat Serba Serbi, Goresan Pena Tak Bernilai, atau kalimat yang lebih halus kali ya. Bukan apa. penggunaan kategori Tak Berkategori sepertinya terlalu gimana gitu. Kelihatan banget kalau tulisannya tidak memiliki arah yang jelas. Trims…

  22. Kok ada yang sama dengan yang saya pikirkan ya hahaha
    Blog sy juga semrawut, terkadang menaruh artikel di katagori yg gak sesuai > rncn jg mw di perbaiki tp sama maless πŸ˜€

  23. kalau kita lupa / tidak mencentang kategori tertentu biasanya akan masuk secara otomatis ke dalam kategori tanpa kategori
    bagusnya tetap dikasih kategori saja mbak, biar pembaca tahu tema dari tulisan anda dan siapa tahu ini bisa membuat mereka makin penasaran dengan tulisan anda.
    makin banyak kategori akan membuat blog anda makin berwarna dan menarik.. πŸ™‚
    Jefry selesai posting Manfaat & Pentingnya Minum Air Putih Bagi Kesehatan Tubuh

  24. saya juga awal ngeblog sering memakai kategori bawaan (uncategory), tapi begitu mau dikelompokan harus urutin satu2 artikel agar sesuai kategori,,, kalo blog baru mending langsung dikelompokan kedalam kategori masing2…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge