Mengelola Pesan Tersirat di Blog atau Website Anda

Bertolak pinggang dan membuka mata lebar-lebar, Namun diam seribu bahasa…

Ya Anda pasti tahu apa yang sedang dipikirkan oleh orang lain dari bahasa non-verbal nya.

Dan yang menarik adalah, blog atau website Anda juga demikian, ia bisa berkomunikasi non-verbal dengan pengunjung.

Akhir tahun ’90-an, saat di mana internet masih menjadi barang baru dan belum semua orang mengenalnya, tidak terlalu mementingkan tampilan dan konten apa yang disajikan ke pengunjung.

Tapi saat ini semuanya telah berubah, di saat internet menjadi santapan harian, orang-orang secara intuisi bisa menilai mana website yang baik dan mana yang bukan. Dan percaya atau tidak saat ini banyak orang yang akhirnya memutuskan untuk bekerja sama bisnis atau tidak hanya berdasarkan pengalaman yang ia rasakan saat berinteraksi dengan blog atau website Anda.

Suara lirih itu…

Saat seseorang “mendarat” di blog/website Anda, percakapan internal di dalam diri mereka pun dimulai. Dan sebagian besar percakapan tersebut terfokus untuk mencari-cari alasan agar tidak melakukan sesuatu di blog/website Anda, atau dengan kata lain percakapan yang bersifat negatif.

Seseorang yang menyebut dirinya Conversion Scientist – Brian Massey baru-baru ini merilis artikel mengenai apa-apa saja yang sering dipikirkan oleh pengunjung saat mereka datang dan “berkeliling” di blog/website Anda.

Penelitiannya berhasil mengidentifikasi 5 area berbeda yang senantiasa dievaluasi oleh pengunjung saat melihat-lihat blog/website Anda, berikut adalah kesimpulannya (judul poin tidak saya terjemahkan):

1. Risk Reversal

Percakapan internal dalam diri pengunjung Anda: “Bagaimana jika saya menyesal karena pembelian ini?”

  • Bagaimana jika saya tidak menyukainya?
  • Bagaimana jika saya tidak menyadari sesuatu sebelum saya membeli?
  • Apakah Anda akan menjual data-data saya kepada pihak yang tidak bertanggung jawab?
  • Apakah saya membuat keputusan yang tepat di sini?

Solusinya: Tampilkan pernyataan jaminan kembali di website Anda, misalnya “Jaminan Uang Kembali bila Barang Rusak” dll.

 

2. Value Proposition & Messaging

Percakapan internal dalam diri pengunjung Anda: “Apakah ini untuk saya?”\

  • Apa sih yang Anda jual?
  • Solusi apa yang Anda bisa berikan untuk saya?
  • Apakah yang Anda tawarkan ini benar-benar manfaat buat saya?
  • Apakah produk Anda membuat saya terlihat lebih baik, lebih keren, lebih menarik?

Solusinya: Berpikir keraslah Anda dan benar-benar sampaikan pesan yang efektif kepada pengunjung website, agar mereka dengan mudah dan jelas bisa menangkap apa yang Anda coba tawarkan dan sajikan kepada mereka.

 

3. Social Proof

Percakapan internal dalam diri pengunjung Anda: “Apa yang orang lain pikirkan?”

  • Apakah orang lain memiliki pengalaman buruk dengan Anda?
  • Apakah orang lain benar-benar puas dengan pelayanan Anda?
  • Apakah orang lain setuju dengan klaim Anda di sini?

Solusinya: Pastikan di website Anda ada semacam testimoni dari orang-orang yang pernah berinteraksi dengan Anda. Karena kita manusia pada akhirnya tetap sebagai makhluk sosial.

 

4. User Interface & User Experience

Percakapan internal dalam diri pengunjung Anda: “Bagaimana saya bisa menggunakan website ini?”

  • Saya orang baru nih, dari mana saya bisa memulai?
  • Apa yang harus saya lakukan jika ingin membeli?
  • Berapa langkah lagi agar saya bisa mendownload?
  • Haruskah saya baca satu-satu tulisan sebanyak ini?

Solusinya: Mulailah menggunakan pola desain website yang sekarang ini banyak digunakan, namun jangan takut untuk mencoba melakukan percobaan, teruslah mencoba sesuatu yang baru.

 

5. Credibility & Authority

Percakapan internal dalam diri pengunjung Anda: “Apakah saya akan dibodohi?”

  • Apakah Anda benar-benar peduli?
  • Apakah Anda orang baik?
  • Apkah produk Anda berkualitas bagus?
  • Apakah dengan merekomendasikan Anda, saya bisa dipecat?

Solusinya: Tunjukan kredibilitas Anda dengan menampilkan logo yang baik, atau bila Anda memiliki online store bisa juga Anda menampilkan logo-logo bank atau Mastercard sebagai salah satu jalur pembayaran di website Anda. Bisa juga dengan menuliskan beberapa pemikiran Anda di blog dan tampilkan di website bisnis Anda.

 

Nah poin-poin di atas lah yang harus Anda coba pertanyakan terhadap website Anda, jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan bahasa non-verbal yang sudah disarankan di atas. Mulailah sekarang juga, jangan ditunda, dan saksikan apa yang akan terjadi di blog/website Anda.

~~~

Tulisan ini ditulis oleh Guest Blogger, Ramadoni.

 

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

80 thoughts on “Mengelola Pesan Tersirat di Blog atau Website Anda”

  1. Wah, saya jarang memikirkan hal ini. apalagi memang saya maksudkan blog ini untuk menyimpan arsip dan menulis pikiran2 saya, sama sekali tak pernah berpikir bagaimana orang2 akan menilainya. saya juga tak menjual sesuatu di blog ini hehe. posting yang bermanfaat.
    Taufik Al Mubarak selesai posting Gaya Komunikasi Orang Amerika

    1. Sebenarnya semuanya juga bisa diterapkan ke blog personal lho…. Misalnya: “Apakah saya membuat keputusan yang tepat di sini” >> “Apakah saya hanya membuang waktu membaca blog ini”. Hanya opini saya 🙂
      Elsa selesai posting Kisah Sufi yang Kaya Raya

  2. Tips penting di atas sangat berguna saat blogger mulai berminat untuk menerapkan motif bisnis ke dalam sebuah blog. Jika haya sekedar blog personal, mungkin tidak terlalu berarti, karena pada dasarnya blog personal tumbuh dari satu sudut pandang (penulis blog) dan tidak mengkhawatirkan jumlah kunjungan dan siap yang berkunjung. Lain halnya dengan blog bermotif bisnis yang sangat bergantung dalam menemukan klien potensial.
    Okto selesai posting Cara membuat ebook sendiri

  3. belum pernah saya melakukannya, biasanya cuma buat dan kelola
    terima kasih postingannya, bermanfaat sekali
    salam ramadhan buat semua 🙂

  4. seperti layaknya pepatah, ada hikmah dibalik setiap kejadian ya mas, memanfaatkan peluang memang suatu hal yang harus dilakukan para pebisnis. terimakasih atas infonya mas

  5. Untuk monetasi, poin2 yg dipaparkan di atas memang vital. Tapi bisa jg ding diterapkan di blog personal yg notabene dibuat untuk tujuan personal branding 🙂

  6. setelah baca isinya ternyata training marketing internet ya?
    Tampilan dan Desain blog atau website kita sangat mempengaruhi penjualan kita ya mbak?
    thanks infonya sangat bermanfaat buat blog saya nih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge