Menjadi Blogger Sukses: Belajar Pada Ahlinya

Daripada membuang-buang waktu secara percuma dengan menjadi seorang blogger yang kurang kerjaan, alangkah tepatnya jika Anda menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar pada ahlinya.

Saya pikir, di semua bidang yang bisa kita pelajari, akan sama. Seorang yang bercita-cita menjadi penulis handal, tentunya harus banyak membaca buku dari penulis-penulis pendahulunya. Seorang yang ingin lancer berbahasa asing, tentu juga mengambil les atau kursus dari seorang native speaker. Yang pengen jadi ahli renang, senang betul jika memiliki kesempatan belajar pada keluarga Nasution, misalnya.

Dalam hal belajar, kita sebenernya nggak boleh pilih-pilih apa yang akan kita pelajari. Semua aspek dan semua sisi harus kita lihat. Saya membayangkan seorang olahragawan yang selain harus secara intensif berlatih berjam-jam di lapangan [bisa berarti di kolam renang, di ring tinju, di meja catur dan lain sebagainya], tetap harus banyak menonton pertandingan di video atau film yang direkan khusus untuk mereka pelajari teknik lawan, kelemahan, dan kekuatannya.

Di blog, tentu juga sama, ada yang harus dipelajari. Tentunya jika Anda ingin menjadi seorang blogger yang berhasil dengan baik dan sukses. Apa yang harus dipelajari? Semuanya. Belajarlah pada ahlinya. Meskipun Anda tidak satu niche dengannya. Meskipun Anda tidak menyukai gaya tulisannya. Meskipun Anda tidak mengenalnya secara personal.

Saya, belajar pada banyak sekali blogger lain. Hampir semua blog yang saya baca, saya sekaligus belajar. Membaca blog lain, buat saya tidak sekadar β€˜hanya’ membaca tulisan terbarunya, meninggalkan komentar, dan berlalu begitu saja. Ya, cari β€˜lebih’ lagi!

Jika menemukan blog yang banyak menerima komentar, pelajari. Jika menemukan blog yang dibaca banyak orang, pelajari. Jika tulisannya banyak mendapatkan jempol dan di share di berbagai social media oleh orang lain, pelajari. Jika menemukan blog yang satu tema, pelajari. Jika pelanggan suatu blog jumlahnya sangat banyak, pelajari. Jika menemukan blog yang seluruh tulisannya berkualitas, pelajari.

Apa saja yang bisa Anda pelajari, pelajari. Tidak hanya sebatas pada satu dua blog saja. Banyak hal dan banyak blog yang harus dibaca dan dipelajari.

Sebagai contoh, saya saat ini sedang belajar bagaimana membuat judul yang menarik pembaca. Membaca dan mempelajari berbagai macam judul tulisan blogger lain yang mampu menyedot perhatian pembaca hingga membuatnya banyak dikomentari. Tulisan-tulisan yang telah terpendam lama namun masih dikomentari banyak blogger hingga kini [menunjukkan pembaca datang dari search engine], dan lain sebagainya.

Sebagai seorang blogger, sudahkah Anda belajar pada ahlinya? πŸ˜‰

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

33 thoughts on “Menjadi Blogger Sukses: Belajar Pada Ahlinya”

  1. Proses belajar ngeblog memang dilakukan setiap saat dlm berbagai kesempatan, offline atau online. Mau Belajar berarti selalu meluangkan waktu untuk membaca, melihat, menyimak, mencoba, menerima, dan membenahi diri. Saat ini sy banyak belajar dari buku2, teman2 kantor, keluarga dan blogger inspirator yg telah banyak memberikan pembelajaran. Teriring ucapan salam, Terimakasih telah berkenan Berbagi Bersama.

  2. Hai Mbak…
    aku masih terus belajar untuk nulis lebih baik lagi nih…pastinya dengan banyak membaca buku, blogwalking, dan terus nulis…
    aku kadang dapat ide nulis dari blog lain lho….sekarang mau baca-baca blog ini dulu ya, siapa tau ada hal baru yang bisa kupelajari di sini.

    salam hangat…
    .-= nanaharmanto selesai posting Buta Cakil =-.

  3. Saya juga begitu MBak. Namun untuk poin tentang posting yang menarik, saya rasa tidak selalu diukur lewat jumlah komentar yang masuk. Bisa saja postingannya banyak diklik atau sangat menarik, namun jumlah komentarnya minim.

    Minim komentar di situ tidak selalu berarti postingannya kurang menarik untuk dikomentarin kan? Toh ada kalanya pembaca sudah cukup puas dengan hanya membaca (walaupun ia seorang blogger).

    Toh, banyak juga yang berkomentar sekadar mampir (bukan karena postingannya menarik untuk dikomentarin) πŸ˜†

    1. Ya, saya sepakat bahwa kualitas tulisan tidak hanya diukur melalui banyaknya komentar, klik, tingginya page view dan lain sebagainya.

      Tetapi kita semua juga harus sepakat bahwa menarik untuk mempelajari sebuah tulisan yang bisa mendapatkan banyak sekali komentar [berkualitas] di blognya. Apakah dia mendapatkannya setelah blogwalking, atau tidak.

      Itu bisa dideteksi dari komentar yang ada juga. Kita bisa klik sang komentator, lantas dilihat ada nggak komentar pemilik blog yang sedang dipelajari di sana. Jika ada, artinya dia menerima banyak komentar karena usahanya berkomentar di banyak blog juga. jadi dia menerima kunjungan balik.

      Jika tidak? [Seperti saya contohnya 😳 ] Dimana saya TIDAK selalu berkunjung dan membalas kunjungan semua komentator di blog ini. Tetapi komentar dan pengunjung blog ini tetep banyak.

      Ada apa?

      Ada yang tahu jawabannya? πŸ˜‰

      1. Maksud saya bukan kualitas tulisan Mbak, tapi daya tariknya. Nah, saya punya pendapat bahwa tulisan yang menarik (bukan berkualitas) itu nggak selalu banjir komentar.

        Soal, tulisan lama masih dikomentari, saya juga punya pengalaman di blog kafe28 saya. Beberapa postingan lama saya tentang artis/musik/selebriti hingga saat ini memperoleh komentar (secara berkala) dari kalangan non blogger. Contohnya postingan tentang Antara Rossa dan Agnes Monica. Kemaren saya dapet satu komentar panjang di situ (dari pengunjung non blogger).

        Kesimpulan saya, daya tarik konten yang bersifat tidak basi juga punya andil dalam menjaring komentar atau menarik pengunjung untuk mengklik (mencari informasinya).

        1. Sepakat bahwa:

          Tulisan yang menarik (bukan berkualitas) itu nggak selalu banjir komentar.

          Bisa jadi alasannya karena orang belum menemukannya! Si pemilik blog sama sekali nggak berpromosi. dan lainnya.

          Tapi coba kita lihat sisi lain.

          Tulisan yang banyak komentarnya [tanpa blogger tersebut promosi atau membalas kunjungan], pasti dia mempunyai ‘sesutu’, ‘sisi menarik’, ‘magnet’, atau apapun itu yang patut kita pelajari kenapa orang berkomentar dan banyak [pula].

          Salah satu blog luar yang saya sedang pelajari adalah skelliewag dot org.

  4. Saya ikut belajar Ngeblog di sini, Mba..
    .-= munawar am selesai posting Akses Internet Itu Hak Asasi Manusia; Globescan Internet Poll =-.

  5. Terimakasih atas masukan ini,Mba.
    Ya,saya rasa begitu seharusnya bila kita mau maju.
    Belajar di mana saja dan tentang apa saja.
    Belajar mengelola blog sumber satu2nya cuma di internet.
    Buku tdk mungkin di dapat di kampung padahal saya sangat menginginkannya.

  6. Tak hanya sebagai blogger harus bisa membuat judul yang menarik pembaca..bahkan dalam pekerjaan sehari-hari..seperti wartawan, atau EO yang mengadakan seminar atau pelatihan…harus kreatif dalam membuat judul, yang juga disesuaikan kondisi saat ini.
    .-= edratna selesai posting Kacamata =-.

  7. Numpang baca ….. belajar memang bisa kapanpun kepada siapapun dan dimananpun meminjam istilah temen saya Bang Iwan setiap orang itu bisa punya potensi untuk menjadi guru walapun tidak harus menjadi guru secara formil, dan kita bisa berguru kepada siapapun bahkan anak kecil sekalipun.
    Seorang blogger memang dituntut untuk terus belajar … meningkatkan kemampuannya mengupgrade dirinya dan blognya juga dari blogger lain baik itu cara menulis yg baik maupun hal2 yg sifatnya teknis. Dan menurut saya sih gak melulu harus ke pakarnya atau yg sudah master walau itu mungkin lebih baik, terkadang kita juga bisa belajar dari yunior bahkan yg masih newbie sekalipun… paling tidak dari semangatnya, keseriusannya dll
    .-= Alwi selesai posting Tips Atau Cara Menulis Yang Baik Di Blog =-.

    1. Sekaligus saya juga numpang belajar di sini …. gratis kaaaannn … heeee ….

      Sukses yaaaaa…..
      .-= Alwi selesai posting Tips atau Panduan Memilih Web Hosting =-.

  8. belajar bisa dari mana saja, dan dari siapa saja, yang penting kita bisa mengambil manfaatnya
    .-= dwi selesai posting Hotel Semesta Semarang =-.

  9. Tentu saja, belajar kepada sang ahli itu perlu, tapi kita juga bisa belajar dari blogger-blogger yang bukan ahli namun memiliki suatu kelebihan yang mungkin saja tidak dimiliki oleh blogger expert.
    .-= Dimas Angga selesai posting Cara Membuat Blog Anda Menjadi Do Follow =-.

  10. πŸ˜‰ mantap mba tulisannya
    blog yang menjadi objeck pelajaran saya ya blog ma ini ama blognya mas romi
    .-= suardiman selesai posting ATASI STRESS SAAT UAN =-.

  11. q pengeennn banget bisa pinter/punya blog tapi kok susah banget ya nyari ide! jeng, kasih solusi dong gimana cara agar saya bisa post banyak article (saya ga punya wawasan sama sekali) atau gimana cari ide untuk membuat suatu article?

  12. Rasa bosan saya untuk belajar blog sedikit ter”refresh” dengan tulisan ini. Karena saya merasa lambat dlm perkembangan pengetahuan bloging….
    Btw.. salam kenal mbak…..

  13. betuL… saya se7 sekali.
    Seorang yg ingin sukses tentunya belajar pada org yang telah sukses. seorang yang ingin menjadi pembuata tahu mahir tentu belajar pada tukang tahu dan bukan pada pandai besi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge