Menulis Halaman Tentang Saya Yang Sempurna

Saya sudah pernah menulis tentang perubahan isi halaman tentang saya beberapa waktu yang lalu. Betapa saya telah menyia-nyiakan kesempatan selama ini dengan mengabaikan kedahsyatan halaman ‘Tentang Saya’.

Halaman Tentang Saya menjadi salah satu halaman tujuan bagi pengunjung yang baru sekali datang menuju blog kita dan tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang pemilik blog. Sama seperti pada buku, dimana profil pengarangnya biasanya juga ikut menentukan dalam mengambil keputusan apakah kita akan membeli buku tersebut, atau mengembalikannya ke rak semula.

Apa saja yang harus ditulis di halaman Tentang Saya?

Sebelumnya, pernahkah Anda benar-benar memperhatikan, apa saja yang tertulis di dalam biodata pengarang buku?

  • Jumlah buku yang telah ia terbitkan.
  • Judul-judul buku best sellernya.
  • Jumlah penghargaan yang diterima.
  • Foto bersama orang penting.
  • Diikuti dengan sekilas biodata mereka.

Lantas, buka beberapa halaman Tentang Saya dari beberapa blogger yang Anda kenal. Seberapa banyak yang menuliskannya dengan urutan yang sama seperti yang dilakukan oleh seorang penulis buku? Tidak banyak.

Biasanya mereka justru menuliskannya dalam urutan yang terbalik.

  • Sekilas biodata mereka.
  • Hobi, kebiasaan dan kontak yang bisa dihubungi. [Itupun kalau ada]
  • Jumlah penghargaan yang diterima.
  • Judul-judul tulisan terbaiknya.
  • Jumlah buku yang telah ia terbitkan.

Ya, pembaca memang menginginkan untuk mengenal Anda lebih jauh. Tetapi keputusan untuk tetap membaca tulisan Anda [lagi dan lagi] tidak ditentukan oleh hal itu secara garis besarnya. Mereka memutuskan menjadi pembaca yang loyal dengan mempertimbangkan bahwa Anda sebagai seorang pribadi yang terpercaya, yang memiliki kualitas [dan itu dibuktikan dengan ukuran seberapa banyak penghargaan] dan [terkadang] popularitas.

Buatlah seperti di Buku

Tunjukkan kepada pembaca Anda, topik apa yang Anda tulis di blog. Apakah tentang cerita keseharian, tentang tips dan tutorial atau tentang keahlian khusus Anda dalam bidang tertentu. Buat pembaca jelas dengan isi blog Anda dan tidak berharap menemukan jenis tulisan yang tidak sesuai. Seberapa sering Anda membuat tulisan tersebut, bagaimana Anda menjawab komentar yang masuk, dan lainnya.

Siapa saja yang bisa membaca tulisan Anda? Apakah cocok untuk remaja baru gede, anak kuliahan, ibu rumah tangga, atau siapapun yang datang bisa memanfaatkan isi blog Anda.

Ceritakan bagaimana Anda ngeblog. Apakah sebagai seorang profesional, paruh waktu, ataukah sekedar hobi saja. Bagaimana Anda berkontribusi dalam lingkup blogosphere [jika ada], penghargaan dan pengalaman yang selama ini diperoleh, termasuk menulis untuk blog lain sebagai guest blogger.

Terakhir, baru ceritakanlah siapa diri Anda.

~~~

Apakah Anda juga akan mengikuti saya, mencoba merubah halaman ‘Tentang Saya’?

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

39 thoughts on “Menulis Halaman Tentang Saya Yang Sempurna”

  1. Saya baru mau membenahi itu, tapi masih mikir-mikir, soalnya itu bukan halaman “tentang saya” tapi “tentang blog”, kalau tetang saya kan ada di website tersendiri :).

  2. Satu hal yang pasti soal blog adalah sebuah kesan sosial. Jadi menurut saya bisa dibilang halaman tentang saya yang sempurna itu tidak ada.

    Namun, untuk memberi kesan profesional dalam blog bisa dilakukan salah satunya adalah dengan meramu bagian “tentang saya”.

    Bagian “tentang saya” juga sebenarnya cara cepat untuk menjaring “targeted visitor” tergantung dari bagaimana “tentang saya” disajikan.

    Seperti diungkap diatas, setidaknya bagian ini memuat jati diri pemilik (selain menumbuhkan kesan personal tapi juga menumbuhkan kepercayaan pembaca bahwa kita tidak menutup-nutupi sesuatu), kemudian apa yang kita tawarkan dalam blog menjadi sesuatu yang perlu untuk menghemat waktu pengunjung.

    Penghargaan dan capaian yang sudah diraih tentu menjadi bumbu yang cerdas untuk menarik minat pengunjung setia.

    Tapi saya lebih setuju jika sekilas tentang penulis lebih dikedepankan pada paragraf awal dibanding akhir karena blog merupakan tempat sosial yang bernuansa personal. Ibarat kita berkenalan dengan seseorang, pasti kita memberi nama terlebih dahulu … Dan begitulah saya memandang bagian “tentang saya ” dalam sebuah blog.

    🙂
    Okto selesai posting The Risks of Internet Violence

  3. Saya juga habis membaca blogodolar & ternyata dia juga menerapkan prinsip ini. Mungkin prinsip ini juga yang dipakai oleh blogger luar negeri ya? Intinya saya sepakat & keren banget, kalau saya bisa memampang profile saya seperti ini. Sayangnya, belum bisa, belum dapat apa-apa. Hanya fokus pada tema blog.
    Cerita Horor selesai posting Siapa Disana?! [Part II]

  4. Menurut saya yang benar ya biodata atau perkenalan siapa diri kira, Sama halya kalau kita bertamu kerumah orang pasti di depan pintu akan bertanya “Mbak Nunik ya ?”

    Yang penting jangan menulis ” Saya wanita biasa saja, dilahirkan oleh orangtua yang biasa-biasa saja. Kegiatan saya juga biasa-biasa. Sayapun menikah dengan laki-laki yang biasa -biasa saja “.
    Howk…

    Ini menurut saya lho ya.

    Salam hangat dari Surabaya
    Pakdhe Cholik selesai posting Kandas

  5. Hmm… Menarik. Bagi saya sendiri, ketika saya mampir ke sebuah blog, sering saya sempatkan untuk mencari tau “siapa” si pemilik blog nya. Bagi saya cukup penting untuk mengetahuinya. Begitu pula yang saya lakukan dengan halaman “About Me” di blog saya. Saya berusaha untuk memberikan gambaran siapa saya, seperti apa saya, agar pengunjung dapat lebih mengenal saya. Ya walaupun masih jauh dari sempurna, tapi saya yakin halaman “About Me” saya cukup memberikan gambaran siapa saya… 🙂

    Salam Sukses!
    Bisnis Online selesai posting Kegagalan Bukan Akhir Dari Segalanya

  6. hmm… saya ternyata belum pede mengungkap sang diri 🙂 di blog. alasannya, nanti dibilang sombong dan bla bla bla :). tapi ini penting untk kepercayaan pengunjung blog.

  7. Saya justru suka bingung mau isi apa tentang saya di blog, kalau menulis ttg pribadi di buku harian lancar, kalau mau dipindahkan ke blog jadi ragu ragu hehe, btw tips diatas ok juga untuk dicoba. Terimakasih ilmunya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge