Ngeblog Nyaman Dengan Lampu LED

Hayo, siapa di antara teman blogger yang dulunya nggak pakai kacamata, sekarang matanya sudah mulai kriyep-kriyep nggak jelas lagi ketika menatap layar monitor? Kayaknya perlu mulai pakai kacamata tuh. Trus, siapa juga yang kacamatanya sekarang lebih tebal dari setahun atau dua tahun lalu? Saya membaca beberapa blog yang curhat kalau semakin lama intensitas ngeblognya makin parah. Semacam sudah adiksi. Nggak bisa melewatkan seharipun tanpa ngeblog beberapa jam. Nulis, menjawab komentar dan blogwalking ke blog-blog tetangga. Bisa-bisa tiga jam mata sudah nggak berkedip menatap layar monitor.

Ada nggak, yang persiapan ngeblognya sampai detail? Seperti memikirkan bagaimana pencahayaan yang bagus selama ngeblog, demi menjaga kesehatan mata?

Posisi dan kebiasaan ngeblog kita menentukan lho. Kan ada tuh yang biasa ngeblog sambil leyeh-leyeh di dalam kamar tidur (ayo, yang anak kost biasanya begini nih), ada juga yang sambil nonton televisi di ruang tengah, dan ada juga yang ‘tertib’ dengan duduk di meja kerja (bukan saya nih kalo yang kayak gini, 😆 ).

Faktor pencahayaan dan penerangan dalam ruangan yang kita gunakan untuk ngeblog, itu sepele tapi penting juga lho. Karena proses ngeblog itu kan relatif lama dan terus menerus bertahun-tahun. Kalau nanti lama-lama mata rusak, ya kita sendiri kan yang bakalan rugi?

Yang enak, kalau kamar di rumahnya punya jendela yang cukup lebar, atau kaca yang bisa ditembus oleh sinar matahari secara langsung di pagi dan sore hari. Kondisi itu sangat cocok buat nulis curhatan panjang lebar di blog deh. Tapi, kalau yang kondisi kamarnya atau ruangan yang dipakai ngeblog emang kecil, dan tak ada sinar matahari yang bisa masuk, ya terpaksa harus disesuaikan pencahayaannya dengan lampu. Cat ruanganpun sebaiknya dikondisikan agar memantulkan sinar secara maksimal.

Lampu LED
Salah satu contoh lampu LED

Bicara soal pencahayaan maksimal dari lampu, sekarang ini sudah jamannya memakai lampu LED yang hemat energi. LED (Light Emiting Dioda) saat ini disebut-sebut sebagai lampu penerangan yang paling hemat energi. Panas yang dikeluarkan oleh lampu ini lebih kecil bila dibandingkan dengan lampu bolam model lama, sehingga biasanya ukuran daya lampu LED ini lebih kecil.

Sayangnya, harga lampu LED ini lumayan tinggi, sehingga di rumah-rumah yang lebih sederhana biasanya masih memakai lampu bolam atau lampu neon yang berharga lebih murah. Padahal, jika dikalkulasi dengan seksama, justru lebih hemat dengan memakai LED, karena daya tahannya bisa 60 kali lipat lebih lama sehingga mengurangi biaya penggantian lampu sampai berkali-kali. Selama usia bolam yang lama tersebut, pemakaian listriknya juga jauh lebih hemat. Jadi, bolam dan neon hanya murah di awalnya saja, tetapi LED secara keseluruhan lebih hemat.

Warna lampu LED yang cocok untuk ngeblog menurut saya, putih dan kuning. Warna putih akan memberikan kesan terang, sedangkan warna kuning memberikan kesan hangat dan temaram. Menciptakan suasana nyaman untuk ngeblog di rumah memang bukan hanya bisa melalui lampu saja, tetapi bisa juga dengan hal-hal lainnya seperti menata sofa tempat duduk, meja, rak buku, atau juga dengan menambahkan aksesori seperti lukisan dan patung yang bisa menambah keindahan ruangan.

Mulai sekarang, apa masih mau lagi ngeblog dengan posisi sembarangan? Jangan suka gelap-gelapan ya. Buruan beli lampu LED biar ngeblognya makin nyaman dan tagihan listrik nggak makin gede. Sttt, lampu LED yang merk Philips, bagus lho…

63 thoughts on “Ngeblog Nyaman Dengan Lampu LED

    1. Wow, kalau beneran 25 tahun tanpa perlu mengganti lampu, itu namanya super irit.

      Cuma masalahnya, di Indonesia ini kan ada faktor di luar kemampuan kita ya. Tegangan yang naik turun atau sering mati lampu mendadak kan juga bisa mengurangi daya tahan lampu ya..

  1. Alhamdulillah mata saya tidak berkacamata 🙂 wah sampai detil sekali memikirkan lampu penerangan. Saya ngga ada lampupun ngga masalah. Layar komputerkan udah terang. Saya malah nulis komen ini sambil tiduran tanpa lampu sama sekali 🙂

  2. Aku kalau ngeblog di meja belajar kok… Aku “tertib” kan? Hehehe… Tapi, sayangnya lampu kamarku tidak terlalu terang. Mungkin nanti aku ganti saja lampunya. 😀
    Kimi selesai posting TabunganKu

  3. sayaaa…..(jawab pertanyaan di awal dulu. 😛 Lanjut baca…)

    wah, sy termasuk yang tertib. Laptop di meja kerja, duduk di kursi beroda. Wih..kaget sendiri menyadari ini. Hahaha… (lanjut baca lagi)

    lampu LED memang lebih murah, tahan lama, dan minim daya. Makanya sekarang lampu2 jalan juga sudah menggunakan LED dengan pemasok daya dari panel matahari.
    Tapi untuk kamarku, hmm…punya jendela lebar. Dan untuk lampu, udah disediain sama asrama. Manut aja. Hehe…

    Besok deh kalo baik kost mulai membiasakan pakai lampu LED. 😉

    Tentang Philip, ah..terus terang Philip terang terus. (Hiyaaaa…ikutan ngiklan 😛 )
    yustha tt selesai posting Weekly Photo Challenge- Water

  4. woh saya juga pake lampu Philips ini di rumah mbak.. sekalian pake kacamata ultraviolet klo di depan komputer biar bisa jaga mata biar gak cepet lelah 😀

  5. hmm … nice posting …
    mata ane udah kiyep2 niy … hehehe … btw, ada yang bilang klo kita lama beraktifitas di depan komputer, sebaiknya meletakkan pohon kaktus di sisi komputer kita untuk mengurangi radiasi komputer itu …

    ^_^

    semangat ngeblog y …

  6. Mau nanya sedikit boleh? Karena di artikel ini disebut kalau lampu LED paling hemat energi maka saya boleh nanya, nih berapa besaran Lumen per Watt (lm/W) dari lampu LED ini, Mbak? Apa lebih besar dari 60 Lumen/Wattnya?

    1. Ini saya kopi pastekan Technical Specification dari salah satu produk Lampu LED di website Philips yang bisa dicek di sini Pak: http://goo.gl/nfTsJ. Berikut datanya:

      Technical specifications
      Shape: Bulb
      Shape: A60
      Light effect: Cool daylight
      Wattage: 8 W
      Fitting/Cap: E27
      Voltage: 220 – 240 V
      Lifetime of lamps: 25000 hour(s)

      Color rendering index (CRI): 70
      Dimmable: No
      Color: Cool Daylight
      Color temperature: 5000 K
      Light effect / finish: Frosted
      Mercury content: 0 mg
      Rated lifetime: 25000 hour(s)

      Rated luminous flux: 600 lm
      Rated power: 8 W
      Wattage equivalent: 60 W
      Lumen: 600 lm
      Wattage standard bulb: 60 W

      Dari keterangan di atas, 600lm untuk lampu 8 watt yang artinya 75 lm / watt kan, Pak?

      *ini sumpah pelajaran baru buat saya* :mrgreen:

  7. LED by Phillips ini produk baru yah?? yg pasti di rumah ga ada bohlam biasa lagi karena semuanya pake lampu hemat energi lho. Merk Phillips adalah yg saya pilih, namun karena harganya beranjak naik terus dan banyak palsunya akhirnya mulai memalingkan diri ke merk lainnya nih mbak…(karena ada garansi setahun)
    Necky selesai posting Sosok Ayah

  8. Alhamdulillah saya masih belum perlu kacamata dan moga saja nggak akan perlu.. -amin-

    btw, harga lampu LED philips berapaan?

  9. Makasih banget mbak atas infonya, begitu membaca postingannya, aku langsung bangun dari posisi tiduranku dan tambah sadar kalo harus menambah lampu penerangan di kosku
    untung baca postingan ini, soalnya sudah 10 tahun lebih minus mataku nggak nambah, tapi beberapa bulan terakhir, sejak kenal nge blog, kok kayaknya pandangan mata mulai ga jelas hehehehe
    Erwin selesai posting The Longest Lunar Eclipse in the last century

  10. kalo urusan lampu sih, ga cuman pas ngeblog aja ya.. ngapain aja yang berhubungan dengan layar monitor kudu ditunjang penerangan yang baik untuk kesehatan mata
    tapi info tentang LEDnya bagus.. teknologi baru yang lebih bagus dan ramah lingkungan :mrgreen: #likethis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge