Pakai Transportasi Umum Untuk Mengurangi Kontribusi Polusi

Sebelum memiliki anak, saya adalah pengguna setia angkutan umum. Kemanapun dan kapanpun. Untuk berangkat ke kantor, saya berganti dua kali angkutan. Naik angkot satu kali, dan naik kopaja satu kali. Pulang ke rumah, saya malah harus berganti angkutan umum tiga kali, karena salah satu rutenya tanggung. Mau jalan kaki lumayan lama -dan lagipula tidak ada trotoar yang bisa menjamin keselamatan saya dalam berjalan kaki-, tetapi naik angkutan umum juga cuma 5 menit doang. Rutinitas di atas angkutan umum ini mesti saya jalani, walaupun harus ketemu copet dan pemalak pengemis yang suka silet-silet lengan atau pakai jurus baru keluar dari penjara.

Setelah memiliki anak, saya sekarang naik motor ke kantor. Bukan, bukan karena takut sama copet, bukan karena badan capek naik turun angkutan umum, tetapi karena saya pengen sedikit menghemat waktu. Lumayan, dengan mengendarai sepeda motor sendiri, saya cukup membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai kantor. Berbeda jika saya menggunakan angkutan umum, minimal saya membutuhkan 1,5 jam sekali jalan, itupun kalau sopirnya nggak banyak ngetem dan jalanan lagi nggak macet. Lumayan, waktu 2 jam bisa buat ngurus anak.

Ada sedikit penyesalan juga saya beralih dari angkutan umum ke kendaraan pribadi, karena dengan demikian, saya jadi salah satu penyumbang polusi di Jakarta. Jakarta adalah kota dengan tingkat polusi terburuk di dunia, setelah Meksiko dan Panama. Nggak heran, karena jumlah konsumsi bahan bakar bersubsidi (premium dan solar) di Jakarta mencapai 9 juta liter per hari, khusus untuk kendaraan bermotor. Angka 9 juta liter itu, kalau dikonversikan jumlah polusi yang dihasilkan menjadi 27 juta kilogram gas karbon dioksida di udara Jakarta.

Udara tersebut yang saya hirup setiap harinya. Hiks. Kebayang kan gimana tidak sehatnya manusia-manusia yang tinggal di Jakarta selama ini, karena setiap harinya terpapar oleh polusi.

Salah satu solusi untuk menurunkan polusi yang ada, tentunya dengan menaiki angkutan umum, bukan sebaliknya kayak saya ini. *pentung diri sendiri* Apalagi, pemprov Jakarta sudah mulai menambah jumlah armada bus TransJakarta dan bajaj yang menggunakan bahan bakar gas. Jumlahnya nggak tanggung-tanggung, 1.000 buah bus TransJakarta! Jadi, angkutan umum bakalan makin nyaman karena jumlahnya banyak, nggak perlu lagi antri lama nunggu bus TransJakarta ada.

Saya baca, Gubernur Jokowi sempat dipertanyakan kebijakannya karena membeli tambahan armada bus TransJakarta yang berbahan bakar gas, bukan yang berbahan bakar minyak. Takutnya pasokan gasnya tidak mencukupi, sedangkan jika berbahan bakar minyak, pasokannya ada dan stasiun pengisian bahan bakarnya telah siap dan banyak. Karena penasaran, saya cari lebih lanjut soal bahan bakar gas ini. Kenapa sih, Jokowi segitu ‘ngototnya‘ milih bahan bakar gas dibanding bahan bakar minyak.

Ternyata, program konversi transportasi umum dari BBM ke BBG ini adalah salah satu upaya mengurangi polusi udara. Penggunaan gas alam akan mengurangi jumlah emisi yang dihasilkan ke udara. Dengan bahan bakar gas, jumlah karbon dioksida yang dihasilkan akan berkurang hingga 30%nya. Gas karbon monoksida akan berkurang hingga 75% dan nitrogen akan menurun hingga 50%. Angka yang cukup signifikan, bukan? Gas bumi dipercaya sebagai energi yang lebih baik dan bersih.

Isi BBG Pakai Transportasi Umum Untuk Mengurangi Kontribusi Polusi

Sedikit masalah yang mungkin timbul adalah jumlah SPBG (stasiun pengisian bahan bakar gas) dan MRU (mobile refueling unit) yang akan mengisi transportasi umum tersebut. Memang masih terbatas sih, tetapi PGN (Perusahaan Gas Negara) sudah bertekad kuat mendukung program pemprov DKI Jakarta tersebut agar dapat segera terwujud. Saya juga senang sih, kalau punya kota yang lebih nyaman dan berkurang polusinya.

Ngomong-ngomong soal gas bumi, saya jadi malu karena dulu pada saat awal-awal pengenalan bajaj berbahan bakar gas, yang ada di bayangan saya adalah gas elpiji yang setiap hari dipakai buat masak di dapur itu. Jadi ya, saya kira nanti bajaj itu dilengkapi dengan tabung gas yang bisa diisi ulang, sama persis dengan yang ada di dapur itu. Kalau habis gasnya, tinggal tuker tabungnya, atau di tukang bajaj bawa stok tabung gas di belakang. Ah, jadi malu sendiri. Nggak kepikiran, gimana caranya mesin kendaraan bermotor bisa jalan dengan gas elpiji.

Ternyata, gas bumi dengan elpiji itu dua barang yang berbeda yaaa~ Gas bumi dihasilkan dari cadangan gas di alam, sedangkan elpiji adalah gas yang diproduksi dari sisa hasil proses minyak bumi. Kalau elpiji didistribusikan di Indonesia dalam bentuk tabung yang sudah sering kita jumpai di dapur-dapur kita, kalau gas bumi ini ditangani secara khusus oleh BUMN milik pemerintah, PGN. Seluruh jaringan pipa gas bumi di Indonesia (sepanjang kurang lebih 6 ribu kilometer) berada di dalam tanah, sehingga pendistribusiannya tidak terlihat oleh kita sehari-hari.

Apppaaa!? Ada pipa distribusi gas bumi di bawah tanah? Saya sih selama ini tahunya yang ada di bawah tanah palingan kabel telephone doang. Ah, pengetahuan saya soal gas bumi ini ternyata emang masih cetek banget.

Pipa jaringan gas bumi ini ternyata selama ini sudah banyak digunakan oleh perumahan, hotel dan industri ya. Saya baru tahu. Ya wajar aja baru tahu ya, namanya juga nggak kelihatan. Mana sempat mikirin barang yang nggak kelihatan? Hahahaha… Gas bumi ini rupanya dimanfaatkan untuk kompor, pemanas air, dryer, ataupun heater.Selain untuk perumahan, hotel dan industri itu tadi, gas bumi ini yang paling bisa kita rasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari ya buat bahan bakar kendaraan bermotor.

Akhirnya saya bisa ngerti juga, kenapa Jokowi ngotot pengen pakai gas bumi untuk armada TransJakarta dan bajaj-nya. Ya karena lebih ramah lingkunganlah ya, tentu saja…

Kota Jakarta di bawah kepemimpinan Jokowi diharapkan akan segera bertransformasi menjadi kota gas, dimulai dengan langkah tegas Jokowi melakukan konversi armada TransJakarta dari semula berbahan bakar minyak menjadi BBG. Kloplah itu semua dengan komitmen PGN sebagai pendistribusi gas bumi untuk menjadikan ‘Jakarta Kota Gas’. Udah ada SPBG milik PGN ini di Pondok Ungu, Bekasi, lho. Bulan Mei lalu PGN juga mengeluarkan 1 SPBG berjalan atau disebut MRU (mobile refueling unit) di parkir IRTI Monas. Saya jadi pengen punya pengalaman melihat gimana caranya ngisi gas ke kendaraan. Selama ini belom pernah lihat. Apa mirip juga dengan ngisi BBM? Mungkin kayak ngisi angin di tukang tambal ban itu kali ya, hehehe…

Pokoknya, untuk mendukung program transportasi massal berbahan bakar energi yang lebih baik dan bersih, saya setuju kalau pemprov DKI Jakarta menambah lebih banyak lagi armada bus TransJakarta dan bajaj berbahan bakar gas. Biar saya mulai semangat lagi naik kendaraan umum. Beberapa bulan kemarin udah mulai lagi, kok. Kalau jalan ke tempat agak jauh, saya dari rumah naik motor trus diparkir di deket halte TransJakarta di daerah Senayan, baru deh naik TransJakarta sampai tempat tujuan. Bisa bobok cantik sebentar di dalam bus, dan yang pasti, mengurangi kontribusi saya pada polusi Jakarta.

Kalau teman-teman, sudahkah menggunakan transportasi umum di keseharian? icon wink Pakai Transportasi Umum Untuk Mengurangi Kontribusi Polusi

39 comments on “Pakai Transportasi Umum Untuk Mengurangi Kontribusi Polusi

  1. Jujur sih..
    saya paling males ke jakarta kalo ga kepepet. hehe
    mana sekarang mw pindah tebet *_*

    tapi saya lebh ska naek KRL, stelah dari KRL baru naek angkutan umum, males jga kalo naek angkutan umum yang ngetem2,dan ketemu2 macet yang berakibat molornya waktu yang tidak bisa ditentukan :D
    Akbar Alatas selesai posting Jalan-jalan ke Kaki Gunung Halimun

  2. Wah saya juga baru tahu kalo negara kita memiliki saluran pipa gas sejauh itu, kapan nggalinya yak ?

    paling males pergi ke jakarta emang karena macetnya.
    Saya rasa program BBG ini memang harus ditunjang stasiun pengisian yang memenuhi kebutuhan. Gimana mau make dengan leluasa kalo sarana utama untuk pengisian sangat langka
    Pakies selesai posting Disk space Usage Warning critical

  3. sehari-hari cuma jadi tukang ojek anak2 mbak hehehe. kalau naik ojeg mahal jadi pakai motor sendiri aja toh dekat
    Lidya selesai posting Tulisan Perdana 2014

  4. Apalagii jika mau pake sepeda , pasti lebih sip?

  5. Jadi gas untuk kendaraan beda to sama gas elpiji yang untuk kompor? Kirain sama. :D
    TONGKONANKU selesai posting Cara Ganti Kartu SIM Card Yang Rusak/Hilang Tanpa Mengganti Nomor

  6. Aah… saya masih pakai motor sendiri, dg alasan yg sama sptmu yaitu menghemat waktu… trims ya.. jadi ngerti bedanya antara gas elpiji & gas yg buat BBM kendaraan..hihi…
    mechta selesai posting [Berani Cerita#42] Ketika Coki datang

  7. wah nambah ilmu nih aku mbak
    aku juga baru sadar dengan baca post ini kalo busway t dri gas..hadew…. :D

    kalo dtempat aku keja skrg gak ada angkutan umum mbak..yang ada cuma angkutan tebeng2an alias nebeng sama temen..soalnya msh daerah pemekran…
    izzawa selesai posting Princess Bajak Sawah

  8. Hidup pak jokowi, kita dukung kebijakan beliau. Apalagi hr ini (jumat 3/1) dan stiap jumat pemda dki menerapkan kewajiban tidak boleh pakai kendaraan pribadi. Tx
    d3d selesai posting MONUMEN DI MULUT TEROWONGAN PONT DE I’ALMA

  9. Terakhir kali pakai angkutan umum waktu SMA.. :oops:
    Yudi selesai posting Email untuk PNS

  10. Beluuuum hahahaaa…. Sejak kecil jarang banget naik transportasi umum, paling2 kalau keluar kota aja. Bukan karena anak horang kayah, tapi emang suka asik sendiri. Waktu SD naik sepeda, ngontel padahal jauh jarak rumah-sekolah 4km, pp 8km tiap hari, ditambah les. Kuliah naik motor. Sekarang naik mobil krn naik motor nggak muat :)

  11. saya ke kantor juga setiap hari naik kendaraan umum mbak, selain menghemat tenaga, naik kendaraan umum jjuga lebih nyaman dan aman. soalnya tempat kerja saya jauh, sejam lebih naik bus

  12. sekarang lebih sering pake motor, pertimbangannya ya itu efisiensi waktu :)
    Budi Majid selesai posting Power Bank Eser Eagle 12400 mAh

  13. Sejak pensiun, saya kemana-mana pakai kendaraan umum, bisa taksi, bajaj, angkot, bis, busway…tergantung keperluannya. Apalagi kegiatan tak sepadat dulu. Waktu masih aktif pun, karena tinggal di kompleks rumah dinas, saya lebih suka naik jemputan, rame-rame dari rumah ke kantor, walau sering ketinggalan saat pulangnya, karena pulang sekitar jam 9-11 malam.

    Cuma kalau malam hari, serem naik kendaraan umum, bukan apa-apa, saya tak selincah dulu lagi jika terjadi apa-apa…jadi ya membatasi keluar malam, atau pastikan ada taksi yang akan mengantar saya pulang.
    Enny selesai posting Resensi buku: Akuisisi- Menyibak Tirai Hukum dan Bisnis. Menguak Hitam Putih Langkah Korporasi (oleh: Agustus Sani Nugroho)

  14. Wah saya sekarang kalo keluar kota jalan-jalan juga masih menggunakan Bus dan angkot mMbak. Sekarang saya males pake motoran, karena ndak bisa tidur dalam perjalanan. Itu ajah :D

    Kalo armada di JKT ditambah dan nyaman, saya juga mau dan sering2 ke JKT, Tapi kalo masih amburadul nanti dulu deh hihi
    whizisme selesai posting WE NEED VOLUNTEERISM

  15. kalo saya akhir2 ini seneng banget naik kereta. di samping memang bebas polusi, gak terjebak kemacetan. kita sudah bisa memastikan berapa lama lagi akan sampai di tujuan begitu kereta bergerak. jadi gak usah galau krn gak nyampe-nyampe. :D
    indobrad selesai posting Catatan Akhir #PerangPostinganBlog

  16. Demi penghematan dan cepat sepertinya masih tetap menggunakan kendaraan pribadi.
    nuansa pena selesai posting Keutamaan Dzikir Untuk Membuka Aura Spiritual Secara Islami

  17. Angkutran massal punya kelebihan dan juga kekurangan, tinggal kita mau memaksimalkan atau tidak.
    Kang Jum selesai posting Cara Memproteksi Iklan Adsense Dari Klik Boom

  18. aku biasa ke mana mana naik sepeda mbak :P
    duniaely selesai posting Numpak Trek

  19. naek motor menghemat waktu, mbak’e?
    bukannya kalo di jakarta sama aja?
    tapi lebih enak sih emang.. bisa selap-selip.. hehee

    nah kalo soal gas elpiji, sempet bingung juga… kirain bus yang bahan bakarnya gas elpiji itu, di kolong bangku supirnya ada tabung 3 kilo’an gitu. agakgakgakkk…
    the oom selesai posting Ganteng atau Keren?

  20. Naik sepeda masih sangat aman di Nganjuk sini. Dan saya sudah berkomitmen untuk hidup dengan sepeda dan kalau bepergian jauh naik kendaraan umum. Kalau dibonceng motor sama temen, ya mau aja lah, khan yg nyetir bukan akooh.. *soalnya gak bisa nyetir motor hahahah*

    Btw, ternyata di dalam tanah bumi kita ini ada “rahasia” yg banyak orang gak tau ya. Jangan ada istana pulak? ATAU UFO??

    HU NOOS???
    ndop selesai posting Review: Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

  21. wah, salut deh buat Pak Jokowi… btw saya masi sering pake motor, soalnya saya gak suka berdesak-desakan, saya juga ngeri kalau sopirnya ugal-ugalan…
    Lia Medina selesai posting Ternyata Menuliskan Target itu Penting

  22. dukung terus penggunaan angkutan umum… :D ya, pasti ada plus minusnya ya mbak kendaraan apapun yg digunakan. Apalagi di jakarta yg terlihat tidak santai penduduknya dalam berkendara. :D
    Hanif Mahaldi selesai posting The Brain Machine, Hope City, Harapan dan Kemungkinan part 3

  23. Saya ke kantor naik motor, Mba. Alasanannya sama dg Mba Inuan, ngirit waktu. Kalau saya naik angkot tuh gak bakal ontime, karena penumpang tidak bisa memprediksi angkot ngetemnya berapa lama. Hohohoho

    Tapi, kalau musim hujan, saya memilih nebeng Bapak. Hehehehe. :) BTW, Pak Jokowi tuh emang mantep otaknya, ya. Sekarang sedang mulai merintis kereta bawah jembatan, kan? :D
    Idah Ceris selesai posting Cara Memanfaatkan Tempat Karaoke

  24. Solusi bagi jalanan Jakarta yang penuh sesak memang transportasi umum ini. Semoga kualitasnya makin meningkat tu …
    Rina selesai posting Create A Form Validation With jQuery Without Plugins

  25. Aiihh… jadi itu PGN ga ngurusin elpiji mba? Baru tau
    Said Rahman | @bangsaid selesai posting 2014 dalam Impian

  26. saya dulu awal kerja ya naik krl, lalu ganti sepeda motor (lebih irit) sekarang melihat motor dah seperti laler dan berbahaya ganti lagi dengan angkutan umum kalau keluar rumah kecuali dalam komplek.
    Anton selesai posting analisa saham ssia 100114

  27. bersepeda mungkin solusi yang lebih baik

  28. Setuju mbak, menyenangkan memang kalau bisa ikut serta memberikan kontribusi untuk kenyamanan kota Jakarta, meskipun kecil.

    Selain menggunakan angkutan umum, mungkin paling tidak kita bisa meminimalisir penggunaan mobil atau kendaraan pribadi lainnya dengan saling memberikan tebengan ke temen yang rumahnya searah heehehehe… :)

    @theunlearn

  29. memang sekarang ini sudah banyak sekali pengendara sepeda motor atau mobil pribadi sehingga semakin bertambah polusi ,,, dengan speda motor bisa lebh cepat dan hemat dengan angkutan umum kadang lebh lama… tapi kita harus bisa memilih salah satu antara keduanya ….
    tips kesehatan selesai posting Manfaat Buah untuk Ginjal

  30. Jika fasilitas transportasi kurang memadai pastinya terjadi kemacetan

  31. terimakasih artikelnya .

  32. Terima kasih artikelnya menarik
    Domain murah selesai posting Hello world!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

17,327 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge