Pengalaman Mengajukan Sponsorship Untuk Blog

 

Sudah dua kali saya berhasil mengajukan sponsorship untuk blog saya. Sekitar awal April 2015 yang lalu, saya mendapatkan 10 tiket masuk Jungleland yang saya bagikan melalui giveaway, dan yang kedua adalah berupa menginap selama dua malam di sebuah hotel berbintang lima, seminggu yang akan datang.

Kedua sponsorship yang saya dapatkan itu adalah untuk blog saya JalanJalanYuk (JJY). Kenapa JJY, bukan blog isnuansa.com ini? Karena memang blognya lebih spesifik ya, jadi saya juga nggak bingung mau minta dan ngasih apa. Kalau blog saya yang ini, malah belom kepikiran menjalin kerjasama dengan siapa. Selama ini, ajakan kerjasama yang masuk ke blog pribadi juga sudah lumayan banyak, bisa-bisa semua advertorial jadinya kalau saya masih ngajuin sponsorship untuk isnuansa.com.

Oiya, terima kasih buat Mak Winda yang sudah menuliskan tip-tipnya buat mendapatkan sponsorship untuk blog. Saya makin PD buat ngajuin kerjasama yang kedua.

Pengalaman pertama mengajukan kerjasama dengan Jungleland dulu, hampir sama dengan apa yang ditulis oleh Mak Winda di blogpostnya. Saya sudah kenal duluan dengan salah satu social media specialist Jungleland saat mereka meminta saya menjadi buzzernya beberapa tahun lalu. Jadi CP-nya sudah ada duluan.

Saat mengajukan proposal ke pihak Jungleland, saya sama sekali belum tahu cara mengajukan sponsorship untuk blog sebelumnya. Pokoknya modal nekat aja kirim emailnya. Kenapa saya bilang nekat? Saya telusuri referensinya di Google ya nggak nemu tuh, bentuk contoh proposalnya seperti apa. Ya sudah bikin sendiri aja.

Proposal permohonan sponsorship ke Jungleland akhirnya berhasil saya buat dalam 3 halaman. Yap! Saya pikir saya nggak perlu kebanyakan nulis berpanjang-panjang. Cukup intinya saja, apa yang saya minta, apa yang bisa saja berikan, dan teknisnya bagaimana. Udah. Itu doang.

Alhamdulillah langsung mendapatkan respon positif tanpa harus kelamaan deg-degan nunggu hasilnya.

Pengalaman ngajuin proposal yang kedua, agak sedikit berbeda. Saya mencoba mengajukan kerjasama dengan hotel. Saya minta nginep gratis, nanti saya review. Udah intinya gitu doang sih. Saya coba cari targetnya. Kebetulan ada satu CP social media manager salah satu hotel. Ternyata email saya sampai saat ini belum mendapatkan respon.

Nggak patah semangat dong. Saya penasaran.

Lalu saya coba lagi. Kali ini justru saya nggak punya contact person. Tapi saya sudah punya target kota tujuan traveling. Saya buka Agoda. Ada hotel apa saja di kota tersebut? Muncul hasilnya, dan saya cari kontaknya. Mungkin kayak gitu yang disebut jodoh ya. Email saya kepada orang yang belum saya kenal sebelumnya malah bersambut positif.

(Sttt, mohon maaf, setelah postingan ini saya juga sama dengan Winda ya, tidak melayani shortcut yang bertanya CP langsung.)

Proposal Kerjasama Sponsorship Blog

Ini saya lampirkan screenshot email saya aja saat mengajukan sponsorship untuk blog. Gaya saya ya begitu itu. Bahasanya nggak resmi dan kaku. Dan nggak ewer-ewer kebanyakan basa-basi. Surat permohonan kerjasama yang terlampir di email tersebut juga cuma 1 halaman A4 (dalam bentuk pdf)!

Satu halaman tersebut sudah bisa menjelaskan secara singkat siapa saya, gambaran singkat blog yang saya kelola (termasuk statistiknya), apa yang saya minta dan apa yang akan saya berikan. Yap! Saya pikir statistik itulah yang mengantarkan saya pada keberhasilan mengajukan sponsorship yang kedua ini.

Memang ya, pengalaman saya baru seupil doang soal ngajuin sponsorship ke brand buat blog. Malu juga nih yang beginian aja ditulis. Padahal banyak banget yang sudah berhasil ngajuin sponsorship buat event-event gede dan berhasil.

Tapi meskipun baru seupil, semoga tulisan ini berguna ya buat teman-teman blogger yang memang berniat mencari sponsorship. Ternyata sebagai blogger kita juga bisa secara aktif mengajak brand bekerjasama. Nggak cuma nunggu ajakan doang, seperti saya selama ini.

Gutlak ya teman-teman yang mau nyari sponsor! 😉

70 thoughts on “Pengalaman Mengajukan Sponsorship Untuk Blog

    1. Kalau soal bisa, pasti bisa, Mas. Tapi ya memang harus dilihat juga, apa yang diminta harus seimbang sama apa yang diberikan. Ini kan kerjasama, jadi semua harus ‘gembira’

      Kalau mau mancing hiu kan umpannya nggak bisa pakai cacing. Begitu, kira-kira. Kalau sekedar mancing ikan lele ya masih masuk akal pakai cacing.

      Blog saya yang ini aja nggak sampai seribu trafiknya, tapi lumayan banyak kan yang ngajak kerjasama? 😉

  1. Wah, iya bener ya. Ini bisa jadi peluang yang bagus mak. Makasih sharingnya, mungkin kalau biasanya aku nembak secara lisan, sekarang better secara email aja yaa.

  2. blog yang spesifik memang lebih mudah ya mak. kalo blogku masih gado2. kepingin juga punya blog khusus tapi …banyak tapinya 🙁

    1. Yang saya tawarkan tentu nulis di blog, Mbak.

      Misalnya saya minta menginap gratis (sekian) malam di hotel bintang 5, dibarter dengan (sekian) tulisan di blog dan (sekian) kali tweet.

      Gitu, Mbak.

    1. Iya, Mak. Karena brand juga maunya benefit. Bahwa produknya atau jasanya dibaca dan diketahui oleh banyak pembaca blog kita.

      Kalau blognya masih sedikit jumlah pengunjungnya, ya harus konsentrasi ke perbaikan blog terlebih dahulu.

  3. Aku udah pernah sih ngontak hotel kayak gitu, tp tujuanku ya cuman minta ijin karena bakal banyak foto-foto.
    digratisin syukur, ga ya wis. :))

  4. Kalau mengajukan sponsorship kadang tidak selalu di tanggapi. Tapi, dengan niat dan usaha, pasti ada beberapa yang merespon. Makasih mbak isnuansa sudah berbagi pengalaman cara mengajukan sponshorship.

  5. Wahh sudah lama tidak mampir ke blog Mbak Isnuansa.. Keren banget tipsnya, saya baru tahu kalau ada cara-cara jalan gratisan dengan ngajukan proposal sponsorship blog.. Terimakasih banyak Mbak.. Nannti besok-besok saya email deh buat tanyak-tanyak.. 🙂

  6. Menarik sekali mbak, saya punya blog trafik tinggi namun saya masih kurang yakin kalau mau ngajuin proposal untuk sponsorship….,soalnya saya masih kurang paham tentang bagaimana membuat proposal untuk sponsorship tsb…,kalau mbak gak keberatan share juga donk mbak langkah-langkah membuat proposal yang baik dan benar. Biar gak malu-maluin nantinya hehe…

    Terimakasih…
    Pulaubisnis selesai posting Anda Butuh Modal Uang Untuk Membuka Sebuah Usaha Bisnis?? Baca Tips Ini…!!

  7. Nanya dikit dong mbak, di blog ini kan ada posting produk dari Dancow. Itu sponsor juga ya? Kebetulan aku ada blog yang pengunjungnya parents & kids, pingin nawarin Dancow gitu buat jadi sponsornya… Kalau memang mereka sudah biasa jadi sponsor blog kan mungkin lebih gampang gitu nawarinnya. Makanya aku tanya mbak dulu 🙂

    1. Hai Mbak/Mas? (Habis namanya Cerpen Anak, jadi nggak manusiawi, padahal yang komentar orang, Hahahaha)

      Betul. Tulisan dengan lavel Advertorial atau Review itu berarti sponsored post ya. Saya menerima pembayaran atas tulisan tersebut. Tetapi bukan berasal dari pengajuan sponsorship. Saya dikontak langsung oleh perusahaan (atau dalam hal ini diwaliki oleh agency periklanan mereka) untuk menuliskan advertorial di blog saya.

      Btw, namanya saya ganti ya. Lain kali langsung saya hapus komentar-komentar dengan nama keyword. Trims.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge