Perlukah Cetak Tebal Semua Keyword Di Blog?

Dalam salah satu tulisan di blognya yang pernah saya baca, Brokencode menyentil pelaku SEO yang hobinya menebalkan, memiringkan, menggarisbawahi, membesarkan ukuran, dan membuat warna norak norak bergembira di hampir semua keyword yang digunakannya. Pernah lihat blog seperti itu? Atau malah Anda pelakunya?

Pertanyaannya, seberapa efektifkah hasil yang didapat setelah melakukan semua itu?

Tebal sudah. Miring ada. Garis bawah banyak. Ukuran besar beberapa. Warna warni pelangi dipakai. Trus?

Apakah tulisan Anda jadi nomer satu di Google? Ah, itu kan susah. Okelah. Apakah tulisan Anda setidaknya muncul di halaman pertama? Belum juga?

Kalaupun muncul di halaman pertama. Berapa banyak yang mengklik tulisan Anda dibanding yang lain, yang sama-sama ada di halaman pertama?

Jikapun tulisan Anda di klik, setelah itu apa?

Saya nggak akan terlalu jauh membahas pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan. Balik lagi ke topik, mengapa harus tebal, miring, garis bawah, dan berpelangi?

Lho, memangnya ada cara lain yang lebih efektif dalam SEO?

Entahlah, saya sendiri nggak tahu. Belum memutuskan bereksperimen membuat jenis tulisan seperti itu dan membandingkannya dengan teknik lain. Tentu saja, bisa jadi cara itu cukup ampuh, terbukti ada juga pengikut alirannya.

Tapi saya tidak sedang membicarakan sisi SEOnya. Saya hanya merasa kok menulis dengan cara itu terkesan kurang profesional aja.

“Huuuu, enak aja lo ngomong. Gw kan blogger, bebas, suka suka gw dong.”

Fine. Itu kalimat yang memang saya tunggu. Saya menulis nggak sedang menyalahkan, kok. πŸ˜‰

41 thoughts on “Perlukah Cetak Tebal Semua Keyword Di Blog?

  1. β€œHuuuu, enak aja lo ngomong. Gw kan blogger, bebas, suka suka gw dong.”
    itu tadi hasil copy paste lho Mbak, bukan suara saya… πŸ˜€
    .-= marsudiyanto selesai posting Fatwa Haram Untuk Plugin Tertentu? =-.

  2. Saya malah kurang memperhatikan soal keyword je mbak. Soalnya blog kuno saya yg pernah demisioner 4 bulan malah dapat PR 4, kan jadi gak jelas juntrungannya mbah Google.
    Kebanyakan tebal,miring, warna-warni berlebihan ya malah kurang cantik.

    Matur nuwun
    Salam rindu dari Surabaya

  3. ga peduli soal keyword, huruf tebal untuk menuliskan kata-kata yang ingin saya tekankan, huruf miring untuk bahasa luar, kata guru bahasa kan gitu….
    .-= sauskecap selesai posting XXI Cafe, From Jogja With Food =-.

  4. Sama dengan sauskecap. Huruf tebal saya gunakan untuk memberikan penekanan agar apa yang saya tulis tersebut mendapatkan perhatian yang lebih dari para pembaca, jadi tidak ada unsur SEO sama sekali.

    Untuk blog yang lama, tulisan warna warni saya gunakan untuk menceriakan suasana karena blognya memang personal sekali, Kalau wordpress.com bisa di monetize, mungkin saya akan berpikir ulang untuk menggunakan warna-warna dalam sebuah artikel.
    .-= Dimas Angga selesai posting Mengapa Saya Memilih Do Follow? =-.

  5. Senada dengan sauskecap dan Dimas Angga. Huruf tebal sebagai penekanan. Kebetulan saja kata yang ditekankan menjadi keyword.
    Huruf miring untuk “kata asing” dan blockquotes. Kata asing di sini termasuk dari bahasa daerah.
    OOT
    Saya ingin menjadi guest blogger di sini dan sudah memiliki ide untuk artikel. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana dengan image? Dalam draft pribadi biasanya saya menuliskan
    [Gambar 1]
    untuk menandai lokasi tempat meletakkan gambar. Lalu image saya sertakan dalam attachment. Atau saya kirim saja dalam bentuk word dengan gambar sudah pada posisinya masing-masing?
    Mohon konfirmasinya.
    Terima kasih …

    1. Untuk image, lebih baik jika sudah langsung dimasukkan dalam postingan. Saya terima HTML mode-nya dalam Notepad atau Word juga boleh. Biar nggak repot gitu… πŸ˜‰

      Duh, makasih jika mau nulis untuk blog ini. Ditunggu ya, Bang!

      1. Segera saya siapkan artikelnya. Saya kirimkan dalam bentuk word saja. (maklum ga paham HTML. kecian deh). Tapi nanti saya kiram ke mana, Mba ?
        (kolom komen jadi media komunikasi nih, maaf gapnet – gagap internet)

  6. kalau saya sesukanya aja mbak..pake tebal/miring/garis bawah/ garis atas/garing tengah/ sesuka hati tanpa ada unsur SEO. Ya karena saya malah baru dari postingan ini tahu kalau digitukan ada mazhab yang mengakui ke SEO annya.. hehehe..
    .-= arsumba selesai posting Susahnya Buat KTP =-.

  7. sy menggunakan cetak tebal, miring, garis bawah hanya untuk penekanan kata tersebut dalam sebuah kalimat atau paragraf ..

    memang sih, diawal-awal suka bikin begitu pada keyword, tetapi sekarang tidak lagi, saya pikir efeknya tidak terlalu signifikan justru malah membuat sakit mata, apalagi jika menggunakan warna-warni, nah .. untuk warna sy menggunakan untuk quotation dan kode-kode tertentu ..
    .-= hpnugroho selesai posting Tidak bisa Login ke Dashboard lewat Mobile =-.

  8. Kalo Menurutku Perlu gak perlu teh Is..hehee…:)
    .-= Rafi selesai posting 5 Jenis Tingkatan Blogger dan Versinya =-.

    1. Ya, penekanan saya memang pada ‘jumlah’ bukan pada kata yang tercetak tebal miring dan warna warni.

      Ada yang memasukkan 20 keyword, dan semuanya dicetak tebal! πŸ˜†

  9. wah saya banget tuh mbak. jadi gini ceritanya asal muasal saya buat miring dan tebal2.
    dulu awalnya saya buat biasa aja, g ada dekorasi. tapi begitu saya liat, kok hambar tak berasa. gak match dengan theme saya. sekali lagi ini g ada hubungannya dengan seo karena bagi saya g penting seo, toh saya cuma menulis. nah menurut selera saya (boleh kan selera beda2?) bagus dibuat begitu. tapi ada yang tanya2 kenapa dibegitukan, keliatan norak, gpp deh. jawabannya saya cuma satu, selera πŸ™‚ peace v^_^
    .-= wahyurez selesai posting Mercusuar: β€œDilarang Berbuat Mesum” =-.

  10. Melihat jawaban para komentator, sepertinya saya adalah satu-satunya pelaku cetak tebal miring garis bawah itu. :mrgreen:

    Saya sendiri belum begitu ngerti seberapa efektif pengaruhnya dalam SEO. Tapi karena banyak juga blogger senior yg melakukannya, ya saya sih ikut aja. πŸ˜† Siapa tahu memang betul bisa membantu dalam SEO.

  11. Dulu saya sempat menjadi penganut fanatik aliran itu mbak. Tapi setelah saya posisikan diri saya sebagai pembaca, kok rasanya saya kurang nyaman yach.

    Akhirnya kembali ke jalan yang benar deh. Saya cuma menebalkan keyword utama pada paragraf pertama aja. Selain itu, cuma buat penegasan kok.

  12. Kalo saya sebenarnya cuma nebalin yang kira2 bisa jadi keyword, tapi terkadang bingung, mana yang bisa jadi keyword jitu…jadi terkesan asal nebalin. hehehe…cc v

  13. suka2 gue dong.., ini kan rumah gue. πŸ˜†

    Saya sendiri tidak terlalu memperhatikan tebal miring dan garis bawah. hanya kalau benar2 saya anggap perlu saja, itupun tidak dalam rangka SEO

  14. Ya, saya termasuk yang mencetak tebal keyword atau memberi tanda kutip, memiringkan istilah asing, dan menggaris bawahi pranala (tergantung tema blog sih).

    Sepertinya itu sesuai EYD deh Mbak πŸ˜€
    .-= Cahya selesai posting Budaya Bahasa Sebuah Blog =-.

  15. gak terlalu suka dgn cetak tebal, kecuali untuk bulleted item. dan gak terlalu peduli dgn keywords….

    anyway, nice catch….saya jadi aware ttg keywords lagi… πŸ˜‰

  16. Sependek yang saya tahu, terkait Web usability. Teks spesial (tebal, cetak miring) berguna untuk scanning dan fast reading.

    Terkait aksesibilitas Web, teks tebal dengan elemen <strong>, bukan sekadar bold, untuk penekanan/emphasis bagi pengguna screen reader. Demikian juga untuk cetak miring dengan <em>, tapi bukan yang sekadar italic. Teks spesial ber-emphasis akan terdengar berbeda picth control-nya di telinga pengguna tunanetra.

    Teks warna tertentu juga bisa dipandang untuk menarik pengguna melakukan sesuatu atau call to action.

    Apakah tiap kata asing harus dicetak miring? πŸ™‚

    1. Penjabaran yang bagus sekali, I learn a lot from your comment. I like it! πŸ™‚
      Untuk kata asing yang dicetak miring, kalau menurut kaidah baku penulisan bahasa Indonesia, iya. Kata asing harus ditulis dengan cetak miring.
      .-= dimasangga selesai posting Mengapa Saya Memilih Do Follow? =-.

      1. Makasi apresiasinya.. πŸ™‚ Misal kata-kata asing tersebut dicetak miring. Lalu kita banyak menyajikan kata asing di blog. Ternyata cetak miring memang mendapat poin tertentu dari algoritma mesin telusur Internet. Padahal kita tidak bermaksud mengoptimasinya.

        Apakah tulisan kita itu yang bermakna semantik dan sesuai kaedah bahasa Indonesia, akan dianggap spam oleh algoritma tadi? Saya pernah menulis hal ini di blog saya. πŸ™‚
        .-= dani selesai posting Doc, e-patient complaints posted on the Internet =-.

        1. Kalo menulis sesuai kaidah EYD, ya sebisa mungkin meminimalkan kata berbahasa asing dong. Setahu saya, sekarang ini sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Misalnya email menjadi surel, dan lain sebagainya. Blog Bli Dani saya lihat sudah menerapkan itu, sehingga, tidak perlu lagi ‘memaksakan’ memiringkan kata-kata berbahasa asing yang bisa berkonsekuensi terbaca secara semantik. πŸ˜‰

        2. Kok blm ada notifikasi via surel ya? Eh emang belum ada ya? Saya penasaran aja main ke sini. πŸ™‚

          Saya kadang malah mengakalinya dengan tanda petik, bukan em. Karena memang tidak bermaksud memberi penekanan pada kata tersebut.
          .-= dani selesai posting Doc, e-patient complaints posted on the Internet =-.

  17. kalau terlalu banyak B I U mungkin yang baca risih juga ya? mungkin menurut master SEO sangat perlu,kalau saya pribadi kurang tahu, soalnya masih newbie..Y4n6 p3Nt1Ng bUk4n TuLis@N 4L@y sI5

  18. Yap, yang paling terlihat ga profesional ya tulisan alay itu. Btw, makasih ya sudah berkomentar di beberapa tulisan sekaligus. Ini saya OL dari hape jadi agak susah balas komentar via reply. Tapi saya baca semua komenmu kok.

  19. Menurut saya menulis keywood dengan tulisan besar/ miring..bagus saja mungkin sasaran pasarnya biar kelihatan dan masyarakat kita kadang yang di cari..yang rada-rada aneh..menurutku Bagus..dan mengena…

  20. wah artikel yang sangat menarik dan sangat mudah dipahami gan , ohya ane punya pengalaman untuk masalah Keyword yang saya terapkan di Postingan saya, dan ala hasil keren dan Ok sekali, ya menggunakan Riset Keyword , Dam memanfaatkan Keyword SLi ,dan setelah itu saya coba optimasi Seo One Page dan ofpagenya heheh agar seimbang,lalu untukvokus Keyword kemaren coba saya padukan di WP sama di Blogger ,kan saya pakai Platfrom blogger heheh kalau di wp untuk seonya keren memang dan coba saya praktikan di Blogger dengan menggunkan ocus keyword ala saya ,dan saya kasih internal link di artikel lalu saya padukan Focus Keyword dengan permalink,dan lalu submit dan ala hasil Page one ,heheh tentunya tidak luput Baca Artikel Yang punya blog ini heheh terimakasih gan keren sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge