Senangnya Punya Theme Baru

Sudah dua tahun lebih saya pakai theme yang dahulu. Beberapa waktu lalu, theme lama dengan sidebar di sebelah kiri itu rusak karena hilang seluruh kode html di bagian sidebar.php sehingga blognya tak memiliki sidebar.

Beruntung saya punya twitter dan sudah aktif di sana. Saya update status dan langsung ada yang sanggup membantu saya mengedit template yang rusak tersebut.

Sambil mengedit, Satrya akhirnya menawarkan untuk membuatkan saya sebuah template blog! Dan jadilah theme saya yang sekarang ini.

Theme Keseluruhan

Isnuansa.Com menggunakan isnuansa maharani, theme dua sisi yang sederhana, saya suka. *pamer, pakai theme dengan nama sendiri* Pilihan warna background putih juga menurut saya lebih bagus jika dibanding warna lainnya. Aksesoris yang ditambahkan di sidebar tidak terlalu banyak, sesuai dengan fungsinya. Saya cenderung menganut aliran yang sederhana, demi kenyamanan pembaca dan kecepatan akses blog itu sendiri.

Header

Header blog lama sengaja masih dipertahankan. Salah satu tujuannya supaya pembaca nggak terlalu terkaget-kaget dengan perubahan yang ekstrim. Saya sendiri juga bukan tipe yang bosenan, terbukti template yang lama saya pakai lebih dari dua tahun, nggak ada masalah bagian header masih pakai yang lama.

Update: Ternyata ya, kata Satrya, header saya itu baru. Yang dipakai hanya logonya aja, dan Satrya setengah mati ngedit bikin headernya. Maaf ya Satrya, salah sangka. (Minggu, 26 September 2010, 00:50)

Sidebar

Sampai saat ini hanya ada beberapa item di sana, akun social media, postingan dengan komentar terbanyak, tulisan yang dipilih secara acak, update twitter, komentar terkini dan blogroll para guest blogger yang pernah menulis untuk saya.

Yang tidak ada di sidebar saya namun biasanya ada pada sidebar kebanyakan blogger adalah banner iklan (mungkin menyusul, hayo siapa yang mau iklan di blog ini?), meta dan statistik blog.

Saya menginginkan memang tidak terlalu banyak aksesoris yang dimasukkan ke dalam bagian yang satu ini, dan hanya menambahkan yang benar-benar berguna saja.

Footer

Ini benar-benar bagian yang paling sederhana. Saya nggak menaruh apapun pada bagian itu. Jelaslah dapat dilihat di footer, siapa desainer template blog saya ini. Yap, Satrya! Ada yang mau pesan
template? Silahkan kontak langsung.

Logo dan Slogan

Hehe, bisa dibilang saya nggak punya logo blog ya.

Slogan atau tagline blog juga masih tetap: “murni curhatan isnuansa“, berharap apapun yang saya tulis, masih masuk dalam kategori curhat.

Favicon

Favicon saya juga masih memakai yang lama. Tak perlu diganti karena itu salah satu dari brand blog ini.

Favicon ini lumayan penting, dan berguna jika kita membuka banyak sekali tab dalam satu browser, dengan hanya melihat favioconnya saja, kita sudah bisa mengenali sebuah blog. Semakin banyak tab yang dibuka,
bisa jadi yang kelihatan hanyalah favicon blog kita.

Homepage

Halaman home isnuansa dot com menampilkan 8 tulisan terbaru. Semuanya ditampilkan secara partial dan untuk membaca tulisan lengkap perlu mengklik read more. Jumlah 8 tulisan apa nggak terlalu banyak ya?

Navigasi untuk menampilkan halaman postingan yang lebih lama di bagian bawah dengan menggunakan angka.

Single Page

Atau biasa juga disebut dengan inner page, sepertinya mantap. Nggak ada masalah menurut saya. Ok punya.

Update: *Dieeengg* Saya lupa! Kalo sekarang ada Artikel Terkait di bawah tulisan saya, dan ada thumbnail-nya pula! Mantaaapp! Makasih Satrya. Meski belom ada angka pastinya, sepertinya page view saya bakalan naik deh. πŸ˜€ (Minggu, 26 September 2010, 01:02)

Halaman

Saya memiliki beberapa halaman tersendiri, yaitu Tentang Saya, Arsip Tulisan, TOS (yang mungkin dalam waktu dekat akan diganti dengan tata cara beriklan banner di blog saya :p) dan syarat menjadi Guest
Blogger.

Gambar

Ada baiknya, memang beberapa postingan ditambahkan gambar. Saya sengaja meminta Satrya agar setiap tulisan muncul thumbnail-nya, sehingga menambah daya tarik pengunjung untuk mengklik tulisan.

Banyaknya gambar sedikit banyak tentu mempengaruhi loading speed blog ini menjadi lebih lama.

Navigation Controls

Semua berfungsi dengan baik. Pembaca mudah-mudahan gampang menemukan apa yang mereka cari di blog saya tanpa kebingungan, meskipun baru pertama kali datang.

Font

Selera saya tetap. Georgia rocks! Pilihan warna hitam (cmiiw) sepertinya memang paling baik ya, daripada warna lain.

Commenting

Mudah berkomentar dan cepat. Berkomentar enak, setelah membaca, bisa langsung menuju formulir komentar, atau bisa juga membaca yang telah lebih dulu masuk.

Feed

Saya menawarkan dua macam cara berlangganan, melalui email dan feed yang ada di pojok kanan atas.

Plugin

Plugin apa saja yang saya gunakan saat ini? Nih bocorannya:

1. Akismet
2. All in One SEO Pack
3. Broken Link Checker
4. CommentLuv
5. Google Analytics for WordPress
6. Google XML Sitemaps
7. jQuery Lazy Load Plugin
8. MobilePress
9. SEO Friendly Images
10. WP CSS
11. WP Smush.it

Beberapa plugin ditambahkan oleh Satrya, yang sebelumnya belum pernah saya pakai, diantaranya plugin-plugin untuk SEO.

Social Media

Saya mengintegrasikan social media ke dalam blog. [Alamat akun Facebook, Twitter dan lainnya]. Twitter bahkan secara real time updatenya masuk ke blog. πŸ™‚

Valid XHTML?

Bagian ini saya nggak ngerti deh. Tapi cap itu terpasang di blog ini, benarkah valid?

~~~

Udah ya Satrya, segini aja dulu reviewnya. Ini baru sebatas review pada penampilan fisik blognya saja. Yang pasti saya suka dengan tampilan ini. Untuk yang lainnya (pengaruh terhadap trafik, page view,
bounce rate dan lain-lain setelah perubahan template, jika ada), secara bertahap pasti akan saya tulis. Mudah-mudahan ada gunanya. Sukses ya, dengan desain template selanjutnya! Follow twitter @SatryaWp jika ingin dapat tips-tips seputar WordPress.

Pembaca blog saya ada saran untuk perbaikan blog saya nggak?

51 thoughts on “Senangnya Punya Theme Baru

  1. Sejujurnya aku berkunjung ke sebuah blog adalah karena content-nya dan kecepatan loadingnya. Untuk blog ini ditambah lagi karena theme-nya. Ya…. masalah theme menurutku adakah masalah selera. Ya kan !!!
    HARMON selesai posting Maaf

  2. Wah, udah lama ga mampir ke blog ini, keren mbak, cuma agak gatel kalo liat judul artikelnya terlalu nempel ke header, mungkin top-margin-nya agak dilebarin dikit (hehe…sotoy..)
    Sekarang lebih rame, tapi lebih fleksibel. Mulai nerapin sidebar rupanya…pokoknya…click on deh mbak…hehehe!!!
    Nasir selesai posting Kenali 8 Gejala Stres Tersembunyi

  3. Secara keseluruhan, tampilan visual theme baru ini lumayan bagus dan enak di mata mbak. Salut buat Satrya sebagai desainernya.

    Tapi saya punya sedikit catatan/masukan. Setelah saya intip source-code theme ini, ternyata script google-analytics diletakkan pada header. Ini menyebabkan loading awal agak lama karena javascript dari GA tersebut harus dipanggil dulu. Saran saya, sebaiknya script GA tersebut diletakkan pada footer.php saja.

    Satu lagi, warna teks pada textarea (kotak komentar saat mengetik komentar) sebaiknya lebih dihitamkan. Tingginya juga sebaiknya ditambah (karena terlalu rendah).

    Itu aja masukan saya (PR buat Satrya) πŸ™‚

    1. Kode GA itu perasaan dulu saya yang naroh awalnya memang di header, sama Satrya nggak dipindah. Gimana Sat? Cara mindahinnya daku pusiiing…

      Kotak komentar ceunah, kurang lebar. πŸ˜€

    2. Maaf mas Is, masalha analytic karena mba nunik menggunakan plugin Google Analityc for wordpress yang secara otomatis menyimpan code analitycnya di header. Kalo mba mau bisa satrya ganti atau di pindah secara manual ke footer.

      1. Untuk warna text di textarea komentar, karena satrya menyesuaikan warnanya dengan label yg ada di sebelah input area Mas Is, terserah mba aja deh kalo mau di rubah, silahkan πŸ˜€

        Untuk tinggi textarea, rasanya cukup mas. Tapi gak tau juga sih :mrgreen: , gmn mba ? mau di rubah kah ?

  4. Oya, margin spasi antar paragraf kayaknya perlu sedikit ditambah. Saya lihat jarak antar paragraf masih agak rapat (pada area posting dan komentar). Tambah sedikit aja ukuran px-nya πŸ™‚

    Sedikit koreksi, tinggi yang saya maksudkan pada komen sebelumnya yaitu tinggi kotak isian komentar. Biar mereka yang pengen komen agak panjang bisa lebih punya ruang saat mengetik komentar.

      1. Menurut saya sih kurang lebar dikit lagi. Soalnya ukuran jarak spasi (line height) antar baris dan jarak spasi antar paragrafnya hampir sama. Kecuali kalau jarak spasi antar barisnya jauh lebih rapat.

        Tapi untuk jarak spasi antar barisnya udah pas dan nyaman (dalam satu paragraf yang sama). Yang saya maksudkan yaitu jarak antara satu paragraf dengan paragraf berikutnya.

        Maaf mbak, rada bawel nih saya πŸ™‚

        1. Bener juga nih, kalo jarak spasinya nggak dilebarin, berarti jarak antar baris yang dikecilin.

          Satrya, sepertinya bener, jarak antar barisnya yang kelebaran. Dikecilin dikit ya…

          1. Eh, jarak antar barisnya udah pas dan bikin nyaman kok mbak. Biarin aja segitu. Kalo dikecilin lagi, ntar yang baca lebih cepat capek jadinya. Sebab line-height yang agak renggang juga mendukung keterbacaan.

  5. Oya, satu masukan lagi nih. Tinggi footer (yang berwarna biru) apa tidak sebaiknya ditambah lagi mbak? Disamakan aja dengan tinggi headernya. Selain untuk menyeimbangkan dari sisi desain, juga demi memberi ruang yang sedikit lebih luas di bagian bawah tombol submit komentar (pada halaman posting). Biar tidak terkesan sesak.

    Dalam desain web, ada istilah ‘whitespace’ atau ruang kosong yang fungsinya mengurangi kesan sumpek. Gimana mbak Nunik atau Satrya?

    1. Kalo untuk footer, kok rasanya saya lebih suka yang sekarang ya (kecil). Soalnya kalo lebar nanti banyak kosongnya. Memang sih terlihat sempit jarak antara submit Comment dengan footer, tapi bukannya orang sudah tahu kalo itu adalah “bagian akhir” dari blog ini? Sempit menunjukkan kalo udah POL. Jangan di scroll lagi, Hihihi…

      1. Hehehe. Sebenarnya dibilang sumpek tidak juga sih, coz udah ada ‘whitespace’ yang cukup luas pada kanan kiri area komentar. Kalo nggak ingin footernya ditinggikan, solusinya kasih padding atau margin saja di bawah tombol submit komentar. Tingginya kira-kira 100-200px sudah cukup.

  6. Eh, ini kok saya jadi pingin komentar sendiri.

    Kepikiran setelah jawab-jawabin komentar.

    Untuk Satrya: Pas tombol REPLY komentar dipencet, kolom isian komentar mepet kiri pada komentar induknya tepat dibawah tombol Reply itu sendiri.

    Tapi setelah Submit Comment dipencet, ANAK komentar jawaban kok lari jauh ke kanan kotaknya di ujung kanan tombol REPLY itu sendiri ya?

    Apa nggak sebaiknya posisinya di bawak REPLY aja Satrya, sama seperti saat belum di pencet Submit Comment?

    Terlihat jelek kalo ANAK komentar sampai 4 tingkat. Yang ke-4 jadi kecil dan terlihat sesak…

    *semoga Satrya paham maksud saya*

    1. Oh, saya sedikit paham maksud mbak Nunik (*malah saya yang jawab*).

      Masalahnya karena padding/margin komentar children dengan komentar parent-nya agak besar. Jadinya berimbas pada lebar kotak komentar children saat tombol reply diklik. Yang perlu diubah yaitu padding/margin left. Kalau ingin tepat di bawah tombol reply (kotak komentar children-nya), maka padding/margin harus disetting secara global saja (tidak secara khusus pada bagian left saja).

      Contoh kode CSS nya : padding : {sekian px}. Jadi padding/margin pada komentar children disamakan saja pada top, right, bottom, dan left-nya.

  7. @Mas Is :
    1. Untuk footer, memang itu keinginan mba nunik.
    2. Untuk whitespacenya, tidak ada komplen dari mba nunik. Memang seharusnya di beri sedikit ruang, tapi kalau dilihat secara keseluruhan template, ruang kosong di sana sini sudah cukup memberikan istirahat yg “panjang” utk pembaca dan klo di beri jrak hingga 100px apalagi 200px satrya kurang setuju mas, walaupun itu whitespace, tapi terlalu besar jarak ruang kosongnnya.

    @Mba nunik : Sebenernya waktu pencet tombol reply gak mepet kiri mba, hanya saja sejajar dengan koment parentnya. satrya setting seperti itu, agar terlihat jelas adanya komentar “reply”/ threaded comment. Kalo jelek, nanti di edit lagi mba.

  8. Salam,
    Mbak Nunik dan mas Satrya, ada sedikit permasalahan pada kontras warna, tetapi menurut saya tidak terlalu signifikan. Karena masalah warna terpulang kepada selera masing-masing.

    Spasi pada area komentar terlalu mepet (pada saat pengisian komentar), mungkin line-height nya perlu ditambah (setelah disubmit line-heightnya malah baik).

    Just my 2 cent.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge