Tidak Semua [Penulis] Tamu Layak Masuk Rumah

Mungkin saya saja yang berpikiran negatif, tetapi memang bisa jadi, kan, tidak semua [penulis] tamu memiliki maksud dan tujuan baik? –tertanda: Nunik, pemilik blog yang sombong

Menambahkan satu orang kontributor ke dalam sebuah blog dengan engine WordPress sangatlah mudah. Tak sampai 30 detik mungkin selesai. Baiklaaahh, ada yang masih gaptek gimana caranya seperti saya? :mrgreen: Cari di Google tak sampai 15 detik juga nemu. Eh, maaf ya, ada tulisan saya nangkring di nomer 2 ternyata! 😆

Oke, anggaplah memang nggak ada masalah dengan menambahkan seorang kontributor masuk ke dalam blog kita. Lantas, kenapa tidak memberikan ruang kepada para [penulis] tamu untuk masuk ke dalam rumah?

Ini kondisi nyata ruangan tengah saya kalo lagi malas bebenah. Ada lebih dari dua puluh barang yang tergeletak begitu saja di lantai. Tumpukan koran bekas, teh, korek kuping, kopi dan botol sambel nyampur jadi satu. Masalahnya, sekat antar dinding rumah saya terbatas. Bisa saja tamu yang saya persilahkan masuk rumah “ngintip” barang-barang saya. Untung saja bra sudah saya beresin masuk ke keranjang cucian. 😆

Nah, kondisi gambaran itu, tak perlu lagi lah saya terangkan untuk menjelaskan judul di atas.

Ada daftar sekian ratus judul tulisan, sekian puluh komentator yang dengan kejam saya masukkan ke dalam kotak spam hanya karena manggil saya Bro atau Gan, dan ada pula sekian puluh draft tulisan dan tulisan terjadwal yang risih aja kalau kelihatan orang lain. Buat saya, itu hanya soal pilihan dari pemilik rumah saja, sih, apakah semua [penulis] tamu boleh masuk rumah. Asal siap dengan konsekuensinya, bagus mempersilahkan semua [penulis] tamu melihat-lihat isi rumah kita.

Ada nggak sih, yang merasa saya persulit untuk menjadi [penulis] tamu di blog saya lantaran syaratnya harus berkirim email?

49 thoughts on “Tidak Semua [Penulis] Tamu Layak Masuk Rumah

  1. wajar kan mbak, menjadi penulis tamu di blog terkenal adalah salah satu syarat menjadi populer dengan cepat, kalau penulis tamunya itu sadar bisa membawa manfaat besar itu baginya, maka dia pun akan nurut2 kalau syaratnya ribet dan sulit sama yang punya blog. Itu semua demi keuntungan dan kenyamanan bersama. 😀

    soal penulis tamu, mungkin bisa seperti mas jhezer, dimana beliau kasih kontributor itu sebatas review artikel, jadi tidak bisa langsung publish/terjadwal sekalipun. jadi semua dilihat ulang oleh si empunya blog. 🙂

    btw, saya belum jadi penulis tamu disini ya? 😀 ntar deh mbak kalau ide nulisnya cocok dengan nichenya mbak is. 🙂

    1. Kontributor di blog orang lain tidak menghalangi untuk melihat draft, scheduled, all post, all comments dan spam.

      Mungkin saya akan pertimbangkan jika WordPress mengijinkan kontributor untuk melihat, nulis, ngedit dan menjawab HANYA yang menjadi haknya saja.

  2. ada korek kuping segala rumahnya …. sama dong! Eh masbro ups… Mbak makasih ya, udah memberikan kesempatan kpd sy menjadi blogger tamu beberapa waktu yg lalu … Maksud saya baik, bukan?

    Oke deh mbak nunik, doakan saya ya agar bisa berkontribusi kembali menjadi tamu di blogmu 🙂
    adetruna selesai posting Bintang Film Horor The Witness: Gwen Zamora

  3. jelas mbak marah kalo dipanggil bro
    secara perempuan gitu
    masa dipanggil kek begitu.

    kalo saya kan laki2 tetep aja ga suka dipanggil bro
    atau agan (walaupun memang kaskuser)
    cz keknya tuh yang manggil sok deket aja gitu
    padahal dah jelas di bawah judul post ada namanya (Fakry).

    apalagi yang meletakan link di komentar
    dengan berat hari saya delete
    secara kalo mau promosi kan harus bayar
    hahah.

    btw blog mbak nunik emang ngetop banget
    dulu pas pertama tau isnuansa
    itu tuh saat sedang mencari referensi tentang magnum cafe
    dan info yang diberikan lengkap banget.
    Fakry Naras Wahidi selesai posting Kadang Saya Bingung Mau Tulis Apa

    1. Malu sih mungkin masih bisa ditutupi.

      Tapi akses ke blog kita satu tahun, atau sepuluh tahun yang akan datang, apa bisa ditutupi? Semua itu hanya karena satu tulisan?

      Buat blogger yang tipenya lebih milih bikin puluhan draft di blog daripada bikin catatan di kertas yang gampang keselip, apa ya aman kalau puluhan orang bebas masuk rumah kapanpun dia mau tanpa perlu ketuk pintu lagi?

      Mungkin lebih baik saya membeli tulisan dari ghost writer saja kalau memang secara etika semua penulis tamu harus dipersilahkan masuk ke dalam rumah.

      1. Intinya karena masalah privasi yang terganggu kalau gitu mbak. Untuk blog yang bersifat personal, cara mengundang melalui kontributor sepertinya memang kurang pas. Kecuali kalau blognya memang dari awal punya konsep sebagai wadah penulis keroyokan. Yach, pada akhirnya ini cuma masalah kecil sih. Penulis tamu masih tetap bisa menyumbangkan tulisannya, walau melalui email.

        Yang agak bermasalah mungkin penulis tamu yang merasa perlu punya keleluasaan mengedit postingannya di editor-post dan melihat previewnya sebelum disetujui admin blog.

        1. Berkirim email menurut saya sih justru jauh lebih mudah. Sebagai pemilik blog, ngedit tulisan agar layak tayang itu jauh lebih rumit [dan butuh waktu lumayan juga] karena tidak semua mengirimkan sesuai persyaratan saya [dalam bentuk HTML].

    1. Mba isn. Mas Gie klo ga salah suami sampean ya…
      wah baru beberapa detik update udah di komenenin ama beliu, kayanya pas mau update mas gie ada disebelahnya jadi wee bisa langsung pertama koment.

      ya penulis tamu ya meski dipilah pilih mba, layak atau tidaknya tulisan itu terbit disini. klo semisal ga layak bisa2 nantinya malah jadi mengurangi keindahan rumah mba isn.
      Sobat Bercahaya selesai posting Bawa Kelamin

      1. Ini komentar yang ke-6, Mas. Yang lima sebelumnya udah ngumpet di halaman sebelumnya.

        Meskipun update dan berada di sebelahnya, saya ataupun suami nggak pernah saling ikut campur proses penulisan kok. Malah nggak tahu kalau dia atau saya sedang update. 😆

  4. Saya setuju dengan Mbak Nunik. Ruang Admin itu ibarat ruangan pribadi bagi pemilik blog, jadi kurang etis kalau orang masuk sembarangan, kecuali blog tersebut memang dirancang untuk multi-writer dari awal.
    budiastawa selesai posting Blog vs Belog

  5. Tamu memang berbeda-beda gelagatnya mbak, brewokan, mata sinis, bahkan ada yang ngga pernah mandi nongrkrong didepan pintu rumah.
    Tamu ya tau diri la,….. masa sih datang ke rumah orang lain harus dekil, paling tidak mandi yang bersih. itu juga tergantung yang punya rumah, mau dibukain pintu atau tidak
    😀
    Kaget selesai posting Seberapa Penting Membaca Komentar Bagimu?

    1. Hooh, Om. Aku nyekel dadi Author di blog sebuah brand, bisa lihat judul-judul draft sing arep ditulis Author laen-e.. Untung ra ono “sabotase” judul tulisan didadekke tulisan luwih dhisik karo Author liyane. Lha rak sopo sing dhisik publish, dia sing nduwe hak cipta tho.

      Aku emoh no, ideku mengko dicolongi uwong. :mrgreen:

  6. Woedpress mempunyai fitur kontributor dan author..dan itu aman.
    Asalkan menjadi kontributor bukan author, karena kontributor harus di review oleh super admin.

    Malahan klo saya bertanya pada adminnya:

    Apakah ngga repot dan sulit klo harus melihat e-mail terlebih dahulu?
    karena ga secara langsung mba isnuansa memberikan alamat e-mail, dan alamat e-mail itu sangat vital, malahan justru itu yang rawan.

    Sedangkan klo kita membuka kontributor kita ga perlu repot membuka e-mail dan ga was2 dengan e-mail kita. Bahkan lebih leluasa kita memantau.
    amdhas selesai posting Misteri presentase grid CSS

    1. Soal keamanan, nggak ada keraguan saya pada WordPress. Nambah Kontributor, saya yakin nggak akan mempengaruhi keamanan akun WordPress saya, Mas. [Kalau ini yang dibahas adalah soal password dan kemungkinan blog dihack, atau disusupi, ya]. Beberapa waktu lalu saya sudah belajar, apa saja yang bisa dilakukan oleh seorang Kontributor dan Author.

      Soal email saya malah lebih yakin lagi. Suami saya yang tahu password-nya saja, nggak bakalan bisa buka email saya sebelum minta 6 digit kode angka yang terlebih dahulu dikirimkan ke handphone saya untuk login. Lain cerita kalau hand phone saya yang hilang ya, hehe…

  7. Mbak Nunik aja merasa rumahnya berantakan, lalu gimana saya menyebut rumah saya 😀
    Lebih parah lagi, bak kapal pecah. Seperti home industri pembuat layang2…
    Ada lem, ada kerangka dan ada guntingan kertas.
    Draft ada ratusan tapi kebanyak cuman judul dowang…
    Tapi seperti itulah, kondisi yg membuat saya nyaman…
    Ngomong2, dulu Mas Gie itu termasuk tamu yang inguk2 rumahnya Mbak Isnuansa nggak? 😀
    marsudiyanto selesai posting Meredup

    1. Toss. Saya juga punya beberapa draft yang baru judulnya saja. Nggak sampai ratusan sih, tapi ya lumayan juga kalo ada yang bisa ngintip. 😆

      Saya nginguk punya dia. Dia sih jarang kayaknya.

  8. Kadang memang sebal ya, apalagi ingin jadi kontributor…bagaimana bisa kalau tak kenal tuan rumahnya.
    Dan lagi, bukannya kita ingin dihormati, tulisan kontributor akan memberikan value added jika bagus, tapi malah merusak jika jelek. Menurut saya hak Nunik untuk menerima atau menolak tamu….lha di dunia nyata aja sah aja kan menolak tamu tak diundang.
    edratna selesai posting Padang: Hotel Alana, Pantai Air Manis dan wisata kuliner

  9. Pertanyaan mbak belum bisa saya jawab karna saya tidak menjadi guest bloggernya di blog mbak is.

    Kalau boleh berkata, itu mah bagus mbak. Soalnya juga bakalan memperaman blog dari serangan hacker. 🙂

  10. kalau saya pinter nulis pengen juga saya jadi penulis tamu di sini mbak…hehe

    wah ga bisa jawab nih mbak, tp kalo cuma kirim email kan nggak repot2 amat menurut saya…

    1. Justru saya yang lebih repot, karena harus ngedit ulang. Ada juga kan yang nggak ngirim dalam HTML mode, jadi saya musti merangkap editor juga.

      Tapi saya enjoy, kok. Nggak ngeluh dan milih tetap pakai cara itu. 😀

  11. Saya sih bukan penulis tamu disini mbak, jadi gak bisa kasih jawaban apakah dipersulit atau tidak 😀
    Tapi buat saya sih itu sah2 aja, toh namanya aja tuan rumah, bebas mau ngelakuin apa aja.
    Kalo mau “masuk rumahnya” ya harus patuh sama rambu2 yang ada 😀
    Zippy selesai posting Wabah KPop Menyerangku!

  12. hehehe …
    wajarnya sih emang mengirim email saja mba
    namanya juga tamu
    mosok mau ke dalam2 … tamu ya di ruang tamu, duduk klo dipersilahkan
    minum klo disuguhi
    klo mau namu aja udah misuh2 pengen liat ke dalam
    ya udah, suruh nunggu di halaman aja xixixi *lebih kejam ya*

    berani komen karena yakin gak memenuhi kriteria jadi penulis tamu di sini

    saya mah jadi komentator tamu aja mbak hahaha

  13. Saya bukan penulis tamu Mbak, tapi menurut saya wajar aja sih kalau kirim tulisan melalui email, masak hanya jadi penulis dikasih username dan passwordnya sekaligus:P

  14. iyaa.. setuju dengan yg lain.. pemilik itu punya hak penuh.. kalau emang udah mau jadi tamu ya harus mematuhi apa aja syarat yg diberikan oleh si tuan rumah..

    lagian aku juga pernah masuk ke salah satu blog.. rasanya melihat draft dan tulisan agak gimana gt.. lebih baik lihat halamannya aja deh.. 😀

  15. Tampaknya ada unsur pemaksaan dari luar tah mbak? 😀

    Nyantai aja. Ngga semua pendapat orang bisa tertampung. Meski kelihatannya manteb tapi kalau hati kita ngga sreg ya bye bye.

    The show must go on, caiooo! 🙂

  16. Menjadi penulis tamu merupakan kesempatan yang sangat berharga khususnya bagi mereka yang ingin mencari passive income secara online.

    Keuntungannya tidak hanya sebatas promosi atau brand diri kita sendiri tapi lebih jauh lagi melatih skill kita dalam menyampaikan opini secara baik dan tepat.

    Namun, penulis tamu mempunyai posisi lemah …. saya sering mengalami hal ini. Yang bisa dilakukan hanya menunggu saja. Jika kita masih juga penasaran dengan hasil keputusan diterima/tidak sebaiknya ditanyakan kembali setelah seminggu atau dua minggu kemudian dengan bahasa yang sopan tentunya.

    Salam kenal, sukses selalu
    Okto selesai posting Is Jump Off as Part-Time Blogger a Good Decision?

  17. wah, begitu yah resikonya… padahal tadinya mau nyoba pake trik penulis tamu.. thanks bwt sharing pengalamannya sist

  18. saya pikir bila keadaan yang sebenarnya dalam blog kita seperti apa tak jadi masalah dilihat oleh para penulis tamu yang memiliki akses bebas untuk membuka dasbor blog kita, siapa tahu dari ini kita akan mendapatkan masukan maupun bantuan dalam mengelola blog menjadi lebih baik
    selalu kembangkan pemikiran positif agar kita bisa menjadi pribadi yang positif 😀
    Jefry selesai posting Standar dan Kriteria Kualitas Air Bersih

  19. ada korek kuping segala rumahnya …. sama dong! Eh masbro ups… Mbak makasih ya, udah memberikan kesempatan kpd sy menjadi blogger tamu beberapa waktu yg lalu … Maksud saya baik, bukan?

    Oke deh mbak nunik, doakan saya ya agar bisa berkontribusi kembali menjadi tamu di blogmu 🙂
    adetruna selesai posting Bintang Film Horor The Witness: Gwen Zamora
    blog remaja selesai posting Kumpulan Kata Dambaan Naksir Kepada Seorang Wanita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge