Typo: Dihindari Atau Dimanfaatkan?

Typo

Mas Haryanto menulis komentar di blog saya beberapa waktu yang lalu, kalau untuk blog pengais rejeki biasanya dia secara sengaja menulis kata yang salah, yang tidak sesuai dengan ejaan baku KBBI.

Kata-kata dengan huruf salah tersebut lumayan juga jumlah trafiknya dari mesin pencari. Nah, saya lantas teringat dengan postingan Mas Suami Malas yang pernah saya baca dahulu tentang typo.

Saya lantas Googling tulisan tentang Typo, dan menemukan penjelasan yang lumayan lengkap juga di blognya Mas Fikri, Bloggingly. Silahkan dibaca tentang Typo.

Ada dua hal yang berbeda yang diangkat oleh Mas Fikri dan Mas Suami Malas. Yang satu menyatakan bahwa typo adalah sebuah kesalahan yang bisa berakibat fatal karena blog akan terlihat tak profesional. Yang satu lagi mengangkat bahwa typo adalah sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan trafik menuju blog kita, karena tentu saja semua orang memiliki kecenderungan untuk secara tidak sengaja melakukan typo, termasuk pada saat mengetikkan kata kunci di mesin pencari.

Bagaimana pendapat Anda sendiri, pembaca Isnuansa Dot Com?

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

32 thoughts on “Typo: Dihindari Atau Dimanfaatkan?”

  1. Typo yang mbak maksud typography yaa mbak??
    .-= rauff risharasakti selesai posting Ketika Tayangan Televisi Menjadi Momok Bagi Perkembangan Anak =-.

  2. Menurut saya dihindari tidak dimanfaatkan pun tidak, karena typo itu adalah sebuah kesalahan yang pasti tidak di sengaja. Mau apa yang dimanfaatkan, toh kesalahan itu dilakukan secara tidak sengaja dan terkadang kita tidak tahu ada kesalahan kata atau huruf dari artikel kita.Untuk menghindari typo memang bisa dilakukan dengan pengecekan kembali artikel kita, tapi namanya kesalahan walaupun sudah di cek terkadang ada saja yang terlewat satu dua kata.Maaf mba pengalaman pribadi nih :mrgreen:

    Terlepas dari opini saya diatas, memang ada baiknya kita menghindari typo dengan lebih teliti mengecek artikelnya, karena saya pernah membaca sebuah artikel yang penting banget tapi ketika ada satu kata yang salah membuat minat baca saya berkurang dan agak sedikit terganggu.
    .-= satrya selesai posting Cara memasang artikel terkait tanpa plugin =-.

    1. Berarti ini cenderung pada yang dikatakan Mas Fikri: typo bisa dihindari, atau paling tidak diminimalisir dengan pengecekan kembali tulisan yang kita buat. Istilah kerennya proofread.

      Typo akan membuat kita terlihat tak profesional, padahal tulisan yang kita buat bermanfaat dan berbobot. Nilainya merosot deh.

      Soal dimanfaatkan, itu memang biasanya secara sengaja dibuat pada blog pendulang $$$. Mas Suami Malas juga tidak menyarankan, hanya saja menawarkan sebuah peluang.

      CMIIW.

  3. Ternyata semakin lama semakin seru dan njlimet trik dalam blog.. dan aku beruntung baca tentang Typo ini..
    makasih mbak Nunik…

  4. Dihindari, dan sebaiknya kita (usahakan) menulis dengan kaidah yang telah ditetapkan baik ejaan maupun tata bahasa.

    Saya di sini ingin menyentil beberapa orang yang cuma berorientasi pada trafik semata tanpa mencoba untuk membuat konten yang sehat, jauh dari galat (error).

    Mungkin banyak orang yang belum familiar dengan kata-kata baku. Namun kalau bukan kita sebagai blogger (baca: narablog), siapa lagi yang mau “mengkampanyekan” hal ini? Di sinilah tugas kita agar pembaca lebih familiar dengan bahasa kita, bukan bahasa asing. Apakah kita mau seterusnya menggunakan kata2 asing? tentunya tidak, bukan?
    .-= rismaka selesai posting Refleksi di Tulisan Ke-300 rismaka.NET =-.

    1. Hehehe, gw banget nih yang dibicarain [meski saya yakin Mas Adi nggak sedang dalam rangka menyindir gw].

      Selama ini saya memang -masih- memilih mempertahankan blogger dari narablog, mouse dati tetikus dan lain-lainnya. ๐Ÿ˜‰

  5. tergantung blog-nya, kalau dari awal bikin blog sudah pakai bahasa gaul dan nyeleneh, pakai typo gak apa2.. tapi kalau dari awal selalu posting dengan bahasa yang lebih formal, sebaiknya typo dihindari karena memang menimbulkan kesan tidak profesional..
    .-= jimmy selesai posting Kena Dispute PayPal =-.

  6. Untuk keperluan profesionalisme, typo dihindari. Untuk keperluan SEO, typo dianjurkan. Coba ingat-ingat bagaimana media pertama memberitakan dan menuliskan nama Deasy Fajarina, ibunda Manohara. Silet RCTI menulis Daesy. KISS Indosiar menulis Desi, dan Liputan6 SCTV menyebut Daesi. Mana yang benar?

    Manohara juga ikut salah ketik. Sebagian bilang Manuhara, dan yang lain Manokhara. Aku yakin penjelajah internet akan mengetik satu di antara semua alternatif ejaan kata di atas. Inilah keuntungan typo.

    Aku menyelipkan typo di meta tag.

    Salam!

  7. Biasanya yang suka proofreading akan sangat kecil kemungkinannya terjadi typo.
    Dan mengenai peningkatan jumlah trafik, berapa banyak sih di antara orang yg mengetik keyword yg typo?

  8. weew…posting saya ada disini… ๐Ÿ˜€

    Anyway, menjawab salah satu komen di atas, berapa banyak sih orang yang mengetik keyword dengan typo? Justru itu, tidak semua typo kita manfaatkan. Harus di check dulu typo yang banyak dipakai orang secara tidak sengaja.

    Misalnya salah satu situs saya udah dapat pengunjung yang lumayan signifikan dari kata “twiteer”. Kalau di check di google (pakai google keyword tool) perbulan sekurangnya ada 49.500 orang yang mencari kata “twiteer”. Memangnya twiteer itu apa? Pasti udah pada tahu deh twiteer itu typo-nya apa. ๐Ÿ˜€
    .-= suamimalas selesai posting Refleksi dua tahun: lunturnya semangat berbagi =-.

  9. balik lagi ah.. oh yang begitu itu namanya Typo toh.. suer baru denger istilah ini… “Typographical Error” kata di post abang sebelah.. BTW kenapa sih mba nunik gak nulis singkatan Typo itu?? atau cuma saya yang gak tau apa itu typo ya?waduh… kalo iya tuambah malu deh saya…
    .-= Haryanto Blog selesai posting Uninstall intensedebate =-.

  10. Aku paling anti sama typo sih.. tapi kalo typo nya masalah nama orang sih silahkan aja sepuas-puasnya, tetapi kalau untuk kata-kata dalam kalimat, nggak deh.

    Kalau hanya demi keyword, harus mengorbankan kenyamanan dan membingungkan pembaca, aduh…

    Aku malah baru tau kalau ada typo yang disengaja hehe..

    Kepleset
    Kepeleset
    Kelpeset
    Klepeset
    Klepleset
    Keplset
    Kepala Setan…
    .-= Dewa Bantal selesai posting Menikmati Kesendirian Itu Juga Ada Batasnya =-.

  11. Aku anti banget ama tipo hi hi… tp ternyata baru aja aku mengalami typo… Nulis tipo aja typo.. Mana mungkin Dita anti ama typo he he.. Manusiawi itumah.. Sy lebih merasa dekat dgn tulisan yg mengandung typo, setidaknya dengan adanya typo dita jadi lebih yakin kalau tulisannya buatan manusia, tulisan yg terlalu sempurna malah mencurigakan, jangan2 dapet copas he he

  12. Salah satu artikel saya, “Puisi Khalil Gibran” pernah mendapat 20 kunjungan lebih dengan keyword “Puisi cinta Kahlil Gibran”. Melihat hal janggal tersebut, saya coba menempatkan keyword kahlil di postingan tersebut. Hasilnya, 50 kunjungan perhari… :mrgreen:

    Masalahnya sampai saat ini saya belum tahu mana yg benar antara Khalil Gibran atau Kahlil Gibran โ“

    Tapi memang sebaiknya dihindari, toh, keyword yg nyasar dengan kesalahan alam rata2 cuma sedikit.. ๐Ÿ˜€

  13. Kalau karena ketidaksengajaan boleh lah. Tapi kalau sengaja kayaknya nggak bener juga. Lagian menurut pengalaman saya, google sudah pinter kok. Dia ngasih peringatan kalau keyword yang diketikkan pengunjung kurang baku, maka ada saran untuk mengklik keyword yang lebih baku. Misalnya berupa, “mungkin maksud anda bla bla bla..” ๐Ÿ˜†

    Jadi nggak ada alasan lagi buat sengaja menerapkan kata kurang baku.
    .-= iskandaria selesai posting Tips Blogging, Bagai Buah Simalakama =-.

  14. typo harus dihindari semaksimal mungkin…. niat boleh untuk menghindar namun jari kadang-kadang nakal dia main sendiri… seperti yang dikatakan mas iskandaria, google sudah pintar, kadang dia ngasi peringatan ๐Ÿ˜†
    .-= budiarnaya selesai posting โ€œBuku hitamโ€ buat sahabat =-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge